PSM-Makassar-Didukung-Oleh-Bima-Sakti-Untuk-Keluar-Sebagai-Juara-Di-Piala-Presiden

PSM Makassar Didukung Oleh Bima Sakti Untuk Keluar Sebagai Juara Di Piala Presiden

Gresik, TimNas.com - Bima Sakti mengungkapkan dukungannya kepada mantan timnya PSM Makassar di Piala Presiden 2015. Meski demikian, mantan pemain tim nasional Indonesia tersebut akan tetap berjuang memberikan yang terbaik bagi klubnya saat ini, Persegres Gresik United.

“Sebagai mantan kapten PSM Makassar, saya tentu mendukung keinginan itu. Apalagi, sejak tahun 2000, tim Juku Eja tidak pernah lagi meraih prestasi di pentas sepak bola nasional,” kata Bima Sakti

“Namun, sekali lagi, sebagai pemain Gresik United, sementara ini saya ingin fokus dulu membawa tim ini,”

Bima Sakti sendiri belum lama ini kembali berlaga di Stadion Mattoangin menghadapi PSM Makassar yang pernah dibawanya berjaya beberapa tahun lalu. Namun, ia mengaku tidak terbebani harus berhadapan dengan para pendukung tim Juku Eja yang dulu pernah mengidolakan dirinya.

“Saya tahu betul karakter suporter Makassar yang kadang malah mendukung tim lawan yang menampilkan permainan bagus,” kata Bima Sakti.

“Kondisi ini yang membuat saya dan teman-teman di PSM Makassar selalu berusaha menampilkan permainan terbaik saat bermain di Makassar. Karena kalau tampil jelek, kami yang mendapat cemoohan,”

Imam-Nahrawi-Ingin-Bertemu-Empat-Mata-Dengan-La-Nyalla

Imam Nahrawi Ingin Bertemu Empat Mata Dengan La Nyalla

Jakarta, TimNas.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengaku dirinya ingin bertemu empat mata dengan Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti. Namun, mengenai waktunya ia belum dapat memastikan.

“Ya, saya kangenlah saya sama Pak La Nyalla Mattalitti. Saya bilang kalau mau ketemu jangan mengajak siapa-siapa. Kita ngomong berdua saja,” katanyau.

“Tapi kalau waktunya, saya belum tahu kapan. Sekarang kita nikmati saja Piala Presiden,”

Imam Nahrawi sendiri baru saja berjumpa dengan La Nyalla Mattalitti di sela-sela laga pembuka turnamen Piala Presiden 2015 antara Bali United Pusam kontra Persija Jakarta yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar Bali, pada tanggal 30 Agustus 2015 lalu.

Meskipun begitu, Menpora tetap belum akan mencabut sanksi pembekuan kepada PSSI dalam waktu dekat. Imam Nahrawi berseloroh, pertemuannya dengan La Nyalla Mattalitti nanti tidak harus membahas tentang polemik persepakbolaan nasional.

“FIFA juga kan masih memberi sanksi kepada mereka (PSSI) dan ini semua berada di bawah pengawasan ketat Tim Transisi dan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI),” jelasnya.

“Jadi, belum tahu (kapan mencabut sanksi pembekuan terhadap PSSI). Nanti, saya akan lihat. Siapa tahu saja kami cuma mau ngobrol soal makanan di Surabaya saja,”

Bima-Sakti-Mungkin-Satu-Atau-Dua-Tahun-Lagi

Bima Sakti: Mungkin Satu Atau Dua Tahun Lagi

Makassar, TimNas.com - Bima Sakti mengungkapkan bahwa dirinya akan segera mengundurkan diri dari dunia sepakbola Indonesia.

Alasan utama mantan gelandang tim nasional Indonesia itu adalah dirinya sudah menginjak usia yang tidak lagi muda, yakni berusia 39 tahun.

“Mungkin satu atau dua tahun lagi. Lihat saja situasi dan kondisinya nanti. Sejauh ini, saya merasa masih kuat untuk bermain di level atas,” kata Bima Sakti.

Pada saat ini Bima Sakti sedang berada di Makassar untuk membela klubnya, Persegres Gresik United di ajang turnamen Piala Presiden 2015.

Klub asal Gresik tersebut tergabung bersama dengan mantan klub Bima Sakti, PSM Makassar.

Bima Sakti adalah salah satu pemain yang merasakan juara Liga Indonesia bersama PSM Makassar di musim 1999/2000. Selain itu dirinya juga mendapatkan gelar pemain terbaik di saat yang sama.

“Saya tidak bisa memungkiri punya ikatan emosional dengan PSM Makassar dan suporternya. Berkat PSM Makassar, saya merasakan gelar secara tim dan personal. Sampai kapan pun PSM tetap di hati saya,” ujar Bima Sakti.

“Tapi, sebagai pemain profesional yang kini bermain untuk Gresik United, sudah kewajiban saya membawa klub (Gresik United) meraih prestasi maksimal,” tambahnya.

Firman-Utina-Saya-Kangen-Dengan-Timnas-Indonesia

Firman Utina: Saya Kangen Dengan Timnas Indonesia

Jakarta, TimNas.com - Mantan kapten tim nasional Indonesia senior, Firman Utina mengaku bahwa dirinya rindu melihat tim nasional Indonesia senior bermain lagi di lapangan hijau.

Namun, rasa kangen yang dirasakannya itu belum dapat terpenuhi dalam waktu dekat ini lantaran sepakbola Indonesia saat ini terkena sanksi skorsing dengan tanpa batas waktu dari FIFA karena masalah PSSI dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

“Siapapun itu di tim nasional Indonesia, saya kangen. Saya ingin gairah sepak bola nasional kembali muncul,” ujarnya.

Gelandang Persib Bandung itu bahkan pernah mengungkapkan keinginannya untuk menjadi pelatih tim nasional Indonesia suatu saat nanti setelah ia memutuskan gantung sepatu sebagai pemain.

“Saya ingin melanjutkan karier di dunia yang sama. Saya ingin jadi pelatih (tim nasional Indonesia), karena selama menjadi pemain belum pernah juara,” tuturnya.

“Insya Allah, jika diberi kesempatan melatih tim nasional Indonesia dan bisa bawa mereka juara, impian saya terwujud,”

Febly-Gushendra-Kecewa-Dengan-Persiba-Balikpapan

Febly Gushendra Kecewa Dengan Persiba Balikpapan

Jakarta, TimNas.com - Salah satu mantan pemain tim nasional Indonesia U-19, Febly Gushendra mengaku kecewa dengan Persiba Balikpapan.

Kekecewaan Febly Gushendra datang setelah klub berjuluk Beruang Madu itu memutus kontraknya. Pemutusan kontrak itu dilakukan setelah kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2015 diberhentikan oleh PSSI

“Perjanjian kontrak sih tiga tahun, tapi kan tanda tangannya setiap satu tahun sekali,” kata Febly Gushendra beberapa waktu lalu.

“Kontrak 2015 langsung diputus pas kompetisi berhenti, sekarang belum ada kabar lagi dari klub (Persiba Balikpapan),” keluh Febly Gushendra.

“Saya sudah coba menghubungi klub, manajer, tapi tidak ada respons. Ya mungkin itu pilihan pelatih, tentu saya sangat kecewa, tapi mau bagaimana lagi? Saya ikuti saja,”

Irfan-Bachdim-Pernah-Berpikir-Untuk-Tinggalkan-Jepang

Irfan Bachdim Pernah Berpikir Untuk Tinggalkan Jepang

Jakarta, TimNas.com - Irfan Bachdim mengaku bahwa dirinya pernah berpikir untuk meninggalkan Jepang untuk kembali ke Indonesia setelah mengalami masa sulit di tahun pertamanya bersama dengan klub Ventforet Kofu.

Namun, dirinya batal kembali ke Indonesia setelah ditahan oleh istri dan manajernya.

“Pada awalnya tentu saya merasa kesulitan, terutama pada bahasa yang berbeda dan kultur yang berbeda, juga dengan gaya bermain di Jepang,” kata Irfan Bachdim.

“Tahun pertama merupakan masa yang sulit, saat itu saya sempat merasa ingin pulang ke rumah dan pergi ke Indonesia tetapi istri dan manajer saya mengatakan tidak. Mereka bilang, jika saya bisa menjalaninya dengan baik maka saya akan dapat masa depan yang lebih baik,”

“Kini, segalanya berjalan lebih baik untuk saya, dan saya tak berpikir untuk pulang ke rumah. Saya ingin bermain di Divisi Utama bersama Consodale Sapporo. Itulah yang saya inginkan,”

 

Evan-Dimas-Ingin-Segera-Bermain-Untuk-Persebaya-Di-Piala-Presiden

Evan Dimas Ingin Segera Bermain Untuk Persebaya Di Piala Presiden

Surabaya, TimNas.com - Jelang turnamen Piala Presiden 2015, mantan kapten tim nasional Indonesia U-19, Evan Dimas  mengaku sudah sangat ingin bermain untuk tim Persebaya.

Gelandang berusia 20 tahun itu baru saja pulang dari Spanyol setelah tidak berhasil lolos trial di klub Divisi dua La Liga, UE Llagostera

Namun, Evan Dimas mendapatkan cedera saat dirinya berada di Spanyol dan telah melakukan operasi sehingga ia berharap pemulihannya berjalan lancar agar ia dapat secepatnya kembali berlatih bersama rekan satu timnya di Persebaya.

“Saya sudah operasi. Tapi masih belum ikut latihan. Soalnya memang belum bisa. Semoga cepat sembuh sehingga bisa bermain lepas,” ujar Evan Dimas .

“Sudah lama tidak ketemu teman-teman di Persebaya, bahkan ada yang belum ketemu sebelum hari raya, kangen juga”

“Sudah konsultasi ke dokternya, paling tiga hari sudah pulih dan bisa bermain lagi,”

Pelatih Persebaya, Ibnu Grahan juga membenarkan bahwa kondisi Evan Dimas sudah mulai membaik.

“Sekarang dia (Evan Dimas) hanya butuh istirahat dua sampai tiga hari,” katanya.

Semen-Padang-Siap-Kirim-Pemain-Ke-Timnas-U-23

Semen Padang Siap Kirim Pemain Ke Timnas U-23

Padang, TimNas.com - Direktur Teknik Semen Padang, Asdian mengungkapkan bahwa pihaknya siap mengirimkan pemainnya ke tim nasional Indonesia U-23 jika dibutuhkan.

Tim nasional Indonesia U-23 saat ini sedang dipersiapkan untuk terjun ke SEA Games ke-28 di Singapura pada bulan Juni mendatang.

“Jika diminta (oleh pengelola tim nasional U23), kita tak bisa menolak,” ujar Asdian.

Untuk saat ini sudah ada satu pemain Semen Padang yang ikut dalam skuad Garuda Muda, yakni Hendra Bayauw.

“Jika Esteban Vizcarra (pemain asing Semen Padang) diminta tim nasional Argentina, harus kita berikan juga,” tuturnya.

Timnas-U-23-Dipastikan-Ikut-SEA-Games-2015

Timnas U-23 Dipastikan Ikut SEA Games 2015

Jakarta, TimNas.com - Tim nasional Indonesia U-23 dipastikan akan terjun ke SEA Games 2015 di Singapura walaupun PSSI telah resmi dibekukan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia.

Setelah pembekuan tersebut, tim nasional Indonesia U-23 akan dikelola oleh Satuan Pelaksana Prima (Satlak Prima) dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan dalam waktu dekat akan menggelar pelatnas sebagai persiapan sebelum tampil di SEA Games 2015.

“Hasil koordinasi dengan bola rencananya tanggal 5 Mei 2015 nanti mereka sudah siap untuk bergabung (di pelatnas). Lokasinya saja yang belum ditentukan,” ungkap Ketua Satlak Prima KONI, Suwarno.

“Mengenai keikutsertaan sepakbola kami sudah bicara dengan Bapak Menteri (Menpora Imam Nahrawi), jika saat ini sepakbola tetap akan tanding di SEA Games,” lanjutnya.

Yandi-Sofyan-Siap-Bela-Timnas-Jika-Dipanggil

Yandi Sofyan Siap Bela Timnas Jika Dipanggil

Jakarta, TimNas.com - Penyerang Persib Bandung, Yandi Sofyan mengungkapkan bahwa dirinya siap memperkuat tim nasional Indonesia U-23 jika dipanggil masuk ke dalam skuad.

Mengenai kabar dipanggil dirinya, ia mengaku bahwa ia mengetahuinya dari media.

“Saya baru tahu, kalau memang dipanggil syukur Alhamdulillah, sangat bagus juga buat saya untuk motivasi kedepannya. Mungkin kalau memang benar dipanggil harus mempersiapkan diri dari sekarang, berlatih lebih keras lagi untuk membalas kepercayaan pelatih,” ujarnya.

Jika memang benar dipanggil, pemian bersuia 22 tahun itu mengaku bahwa akan tampil memberikan segalanya.

“Di tim nasional saya juga bawa nama Persib tentunya kalau kepanggil, dan saya tidak mau mengecewakan klub juga. Kalau karakter tim nasional, sudah tahu karakteristiknya pelatih Aji Santoso. Tapi, intinya kalau dipanggil Insya Allah siap,” tutupnya.