Aji Santoso Sedang Pantau Enam Pemain Untuk Isi Timnas U-23

Jakarta, TimNas.com – Saat ini timnas Indonesia U-23 sedang mempersiapkan diri jelang Asian Games 2014 di Korea Selatan pada bulan September mendatang.

Pelatih timnas U-23, Aji Santoso mengaku saat ini dirinya sedang memantau enam pemain untuk menambah kekuatan timnas U-23. Salah satu dari enam pemain itu adalah gelandang naturalisasi, Stefano Lilipaly. 

“Ada enam pemain senior yang sedang dipantau. Siapa saja? Yang jelas kami butuh pemain di semua lini poros, belakang, tengah dan depan.” Ungkapnya.

“Ya, memang ada namanya (Stefano Lilipaly). Tapi kami belum bisa umumkan sekarang. Yang jelas ada enam calon pemain yang dipanggil.” Tambahnya.

Pemain kelahiran Belanda berdarah Indonesia itu saat ini merumput di kompetisi J2 Jepang bersama Consadole Sapporo.

Stefano Lilipaly sendiri sangat ingin membela timnas Indonesia. Semasa masih memperkuat Almere City di Belanda, ia beberapakali mendapatkan panggilan ke timnas, namun kerap tidak diizinkan klubnya.

Timnas U-23 Direncanakan Lawan Roma Dan Napoli

Jakarta, TimNas.com  – Timnas Indonesia U-23 tidak lama lagi akan terjun dalam kejuaraan Asian Games 2014, Incheon, Korea Selatan, yang jatuh pada 19 September mendatang.

Sebagai persiapannya, PSSI berencana menerbangkan timnas U-23 ke Italia.

“Timnas U-23 direncanakan akan tur ke Italia pada bulan puasa nanti. Sejauh ini dua opsi lawannya adalah Roma dan Napoli.” Ungkap Sekretaris Jenderal PSSI, Joko Driyono.

“Sebenarnya prioritas kami saat ini adalah timnas U-23. Mereka menjadi prioritas karena lebih dahulu mengikuti turnamen di Incheon.” Lanjutnya.

Setelah timnas U-23, ada timnas U-19 yang akan berjuang di Piala Asia U-19 di Myanmar, dan terakhir timnas senior yang akan mengikuti kejuaraan Piala AFF 2014.

Indra Sjafri: Pemain Bermain Sesuai Dengan Instruksi

Sleman, TimNas.com – Timnas Indonesia U-19 berhadapan dengan timnas Yaman U-19 pada Minggu, 25 Mei 2014 di Stadion Maguwoharjo. Laga tersebut berakhir dengan skor 1-1.

Pelatih timnas U-19, Indra Sjafri memberikan apresiasi pada anak asuhnya meski timnas Indonesia U-19 bermain imbang dengan Yaman U-19. Pasalnya, di pertemuan keduanya ini Indra Sjafri menurunkan pemain lapis kedua dan para pemain bermain sesuai dengan instruksinya.

Pada pertemuan pertamanya dengan Yaman U-19, timnas U-19 berhasil menang 3-0 pada Jumat, 23 Mei 2014.

“Walaupun belum sempurna, mereka sudah menjalankan apa yang diinstruksikan pelatih. Ada banyak hal yang bisa diambil dari hasil dua pertandingan kontra timnas Yaman U19. Kita akan melakukan evaluasi.” Katanya.

Gol Indonesia dicetak Hendra Sandi Gunawan dari titik penalti pada menit ke-58 dan gol Yaman diciptakan Osama Ahmed dari titik putih pada menit ke-76.

Lawan Yaman, 3 Pemain Timnas U-19 Diragukan Tampil

Sleman, TimNas.com – Tiga pemain timnas Indonesia U-19 diragukan tampil dalam laga uji coba melawan Yaman.

Tiga pemain itu adalah Yabes Roni, Eriyanto dan Dimas Drajad.

Timnas Indonesia U-19 akan menghadapi Yaman dalam laga ujicoba yang akan berlangsung di Stadion Maguwoharjo sebanyak dua kali. Pertandingan pertama akan berlangsung pada Jumat (23/5/2014) dan Minggu (25/5/2014).

“Kondisi terakhir, tiga pemain itu masih diragukan untuk tampil di pertandingan nanti.” Ungkap pelatih timnas U-19, Indra Sjafri

Indra mengatakan bahwa laga ini sangat penting untuk evaluasi sebelum mengikuti Piala Asia U-19 pada akhir tahun nanti.

“Laga ini sangat penting dan kami menganggapnya sebagai ujian. Hasil terakhir yang didapat timnas menjadi tambahan semangat.” Ujarnya.

Indra menambahkan pihaknya enggan meremehkan kekuatan yang dimiliki oleh Yaman. Ia menilai Yaman memiliki kualitas yang bagus.

“Dari riset HPU, Yaman memiliki kualitas. Kami tidak tahu line up yang akan mereka turunkan sama atau tidak saat di babak kualifikasi Piala Asia.” Pungkasnya.

Tim Pelatih Timnas U-19 Soroti Mental Pemain

Jakarta, TimNas.com – Mental pemain timnas Indonesia U-19 terus menjadi sorotan tim pelatih jelang Piala Asia U-19 di Myanmar Oktober mendatang.

Pelatih mental timnas U-19 Guntur Cahyo Utomo mengatakan usai pertandingan melawan timnas Myanmar pemain terlihat sangat emosi.

Menurutnya, hal ini menjadi pelajaran berharga bagi timnas U-19. Hal ini menjadi pelajaran ketika nanti menghadapi lawan yang bermain keras seperti timnas Myanmar.

“Iya tentu saja itu pelajaran berharga. Kita kalah lalu emosi segala macam, lawan bermain seperti itu. Itu sesuatu yang sangat berharga. Ok. Berarti ada lawan yang bermain seperti itu. Itu sama halnya dengan melawan tim yang bermain yang sangat keras.” Ungkapnya.

Guntur berharap evaluasi yang diberikan kepada pemain timnas bisa membuat tim berbenah diri.Untuk mengevaluasi mental Evan Dimas cs, pelatih akan melakukan program pendampingan pemain. Program mental akan disesuaikan dengan pemicu penyebab meledaknya emosi timnas.

“Program masih sama. Kita akan lihat lagi pemicu-pemicunya. Penyebab lebih detail kemarin yang jelas kita akan bekerja terus, evaluasi dan perbaiki mereka dengan di lapangan atau seksi personal. Nanti akan ada seksi-seksi kelas tersendiri.” Jelasnya.

Mantan Menpora: Jika Indra Sjafri Diberi Kewenangan Hingga 2018, Timnas Dapat Masuk Piala Dunia 2018

Jakarta, TimNas.com  – Mantan menteri pemuda dan olahraga (Menpora), Adhyaksa Dault optimis bahwa timnas sepakbola Indonesia dapat masuk dalam Piala Dunia 2018 jika pola pembinaan seperti saat ini dipertahankan.

Ia menyayangkan belum adanya pembinaan yang berlanjut bagi tim sepakbola sejak junior. Padahal, membangun olahraga membutuhkan waktu setidaknya lima tahun.

”Jika Indra Sjafri diberi kewenangan sampai 2018 untuk terus membina, mencari dan memilih sendiri bibit timnas muda, tidak dibebani titipan, dan mendidik mereka sejak dini, saya yakin timnas bisa masuk Piala Dunia 2018.” Katanya.

Siapapun menterinya, ia berpesan untuk melanjutkan program yang ada. Yang dibutuhkan saat ini menurutnya adalah pembenahan dan tidak banyak diintervensi dalam pembinaan atlet muda sehingga tidak mulai lagi dari nol.

Ia juga berharap Kemenpora yang akan datang jadi dijadikan kementerian khusus olahraga saja. Sementara pemuda digabungkan dengan kementerian tenaga kerja.

PSSI Carikan Lagi Lawan Baru Untuk Timnas U-19

Jakarta, TimNas.com – Timnas Indonesia U-19 dipastikan tidak jadi berujicoba dengan Liverpool U-18. Sebagai gantinya, PSSI akan mencarikan dua lawan ujicoba di bulan Mei ini.

Sebelumnya, timnas U-19 dijadwalkan menjajal Liverpool U-18 pada 25 Mei mendatang. Namun, menurut PSSI ada beberapa faktor yang kemudian membuat laga itu batal digelar.

Sekjen PSSI, Joko Driyono menjelaskan pihaknya kini masih mencari dua lawan ujicoba yang pas untuk timnas U-19. Dia menilai, ada beberapa negara Asia yang layak jadi lawan Evan Dimas dkk.

“Kalau bisa dengan dua negara luar negeri. Ada beberapa nominasinya. Tapi jangan disebut dulu. Nanti kalau sudah konfirmasi. Yang jelas dari negara Asia.” Katanya.

Joko lantas menampik kabar yang menyebut salah satu calon lawan Timnas U-19 adalah Lebanon.

“Lawan Lebanon? Kata siapa? Sisa waktu ini kami masih menunggu mana yang confirm. Untuk tempatnya pertandingannya, kami belum tahu apakah di Jakarta atau di luar Jakarta.” Tutupnya.

Main Di Iran, Sergio Van Dijk Tidak Diikutsertakan Di Piala AFF

Jakarta, TimNas.com – Pelatih timnas Indonesia senior, Alfred Riedl mengatakan dirinya tidak dapat memanggil Sergio Van Dijk ke timnas Indonesia untuk Piala AFF 2014.

Alasannya adalah Van Dijk masih bermain di kompetisi Iran Pro League bersama Sepahan Isfahan FC hingga bulan Desember nanti.

“Saya sebenarnya ingin memanggilnya. Tapi, jadwal kompetisi di Iran tidak memungkinkan karena masih berjalan pada Desember nanti. Sementara Piala AFF sudah dimulai sejak November hingga Desember akhir.” Jelasnya.

Pelatih asal Austria itu menambahkan para pemain yang yang berkompetisi di klub-klub Asia Tenggara memiliki peluang untuk dipanggil dirinya ke dalam skuat Piala AFF nanti.

“Ada peluang untuk mereka dipanggil atau masuk skuat Piala AFF, karena seluruh kompetisi di Asia Tenggara pasti sudah selesai sebelum Piala AFF.” Ungkapnya.

Seperti diketahui, timnas memang sedang bersiap untuk mengikuti Piala AFF 2014 di Singapura dan Vietnam pada 22 November – 20 Desember 2014.

La Nyalla: Kekalahan Dari Myanmar, Harus Dijadikan Pelajaran

Jakarta, TimNas.com – Ketua Badan Tim Nasional (BTN), La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan bahwa timnas Indonesia U-19 harus menjadikan pelajaran kekalahan dari Myanmar.

Timnas Indonesia U-19 menjamu Myanmar pada Rabu, 7 Mei 2014 malam di Stadion Gelora Bung Karno. Skuat Garuda Jaya kalah 1-2 dari tim tamu.

”Timnas U-19 telah menampilkan permainan yang baik. Hanya kurang beruntung. Kesempatan mencetak gol cukup banyak, hanya kurang konsentrasi. Masih cukup waktu untuk berbenah. Main bola ada menang dan kalah. Ini agar menjadi pelajaran berharga untuk kedepannya. Saat event nanti timnas memiliki semua pelajaran yang berharga yang bisa diserap dalam tim. Kita tetap yakin U-19 akan jadi tim yang istimewa.” Katanya.

Gol timnas Indonesia dicetak oleh Putu Gede pada menit ke-43. Sedangkan dua gol Myanmar dicetak oleh Maung Maung Soe menit ke-88 dan Nandya Kyaw pada menit ke-90.

Indra Sjafri: Timnas U-19 Masih Labil

Jakarta, TimNas.com – Pelatih timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri mengatakan bahwa tim asuhannya itu masih sulit menjaga tempo permainan lantaran para pemainnya masih labil.

“Usia mereka ini masih labil sehingga untuk bermain konsisten itu sulit. Ini menjadi kesulitan pelatih di luar teknis.” Katanya.

Ia pun mencontohkan Hansamu Yama yang terkena kartu merah (dua kali kartu kuning) karena terpancing emosi.

“Hansamu terpancing emosinya dan juga terpancing untuk naik ke atas,” Pungkasnya.