Kurang Jam Terbang, Aji Santoso Sarankan Minimal Dua Ujicoba Internasional

Depok, TimNas.com – Pelatih tim nasional Indonesia U-23, Aji Santoso mengatakan bahwa paling tidak tim asuhannya melakukan dua kali ujicoba internasional mengingat timnya kurang jam terbang.

Satu dari dua ujicoba tersebut sudah terjawab, yakni melawan tim Suriah pada 9 Januari 2015 mendatang di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.

“Kami ingin anak-anak dapat jam terbang. Yang terpenting, kami bisa uji coba, internasional,” katanya.

“Kebanyakan pemain ini baru, mereka butuh jam terbang internasional. Nanti mereka juga turun di ajang Internasional, jadi pas,” lanjutnya.

9 Januari, Indonesia Lawan Suriah

Jakarta, TimNas.com – Tim nasional Indonesia U-23 sudah dipastikan akan melakukan ujicoba internasional melawan Suriah U-23 pada 9 Januari 2015 mendatang.

Hal tersebut dikatakan oleh Sekjen PSSI, Joko Driyono.

“Sudah pasti itu melawan Suriah. Kita akan melawan Suriah tanggal 9 Januari,” katanya.

Untuk tempat pertandingan, lanjut Joko, tempatnya akan diadakan di Jakarta.

“Mainnya disini, di (Stadion) GBK (Gelora Bung Karno),” katanya.

Aji Santoso: Timnas U-23 Belum Tentu Ikut Marahalim Cup

Depok, TimNas.com – Pelatih tim nasional Indonesia U-23, Aji Santoso mengungkapkan bahwa tim nasional Indonesia U-23 belum tentu mengikuti Marahalim Cup.

“Ada kabar katanya Marahalim itu tidak jadi. Makanya saya belum tahu pasti itu. Cuman yang pasti kita lawan legiun asing,” katanya.

Seperti yang diketahui sebelum dijadwalkan mengikuti Marahalim Cup pada 9 hingga 14 Januari 2015 di Medan, skuad Garuda Muda dijadwalkan berujicoba dengan Qatar dan Syria.

Akan tetapi, dua laga ujicoba internasional tersebut batal terlaksana sehingga tim nasional Indonesia U-23 dijadwalkan mengikuti Marahalim Cup.

Soal Kapan Coret Pemain, Aji Santoso Masih Belum Dapat Pastikan

Depok, TimNas.com – Sejumlah 30 nama pemain mengikuti seleksi tahap kedua tim nasional Indonesia U-23 di Sawangan, Depok.

Pelatih tim nasional Indonesia U-23, Aji Santoso mengungkapkan bahwa dirinya akan mencoret beberapa pemain dari 30 pemain itu.

Namun, kapan akan dilakukan pencoretan tersebut, Aji mengaku masih belum dapat memastikan. Pasalnya, saat ini ia masih memantau para pemain tersebut.

“Pencoretan pasti akan saya lakukan, namun tidak tahu itu kapan terjadinya. Saya masih terus memantau perkembangan pemain yang ada sekarang,” katanya.

Setelah melakukan pencoretan, Aji berencana dirinya akan memanggil sejumlah nama baru untuk menggantikan nama-nama yang dicoret itu.

“Kemungkinan saya akan memanggil nama-nama baru bila dibutuhkan nantinya,” pungkasnya.

Pelatih Kiper Timnas U-23: Ravi Lemah Di Pandangan Dan Posisi

Depok, TimNas.com – Mantan kiper tim nasional Indonesia U-19, Ravi Murdianto  saat ini sedang mengikuti seleksi tahap kedua tim nasional Indonesia U-23.

Pelatih kiper tim nasional Indonesia U-23, Benny van Breukelen melihat Ravi masih memiliki kekurangan dalam menjaga gawangnya.

“Pandangan dan posisi, kadang dia (Ravi Murdianto) kurang. Ini mendasar sebenarnya, tapi yang saya bingung seperti tidak ada yang mengingatkan,” jelasnya.

“Sekarang tugas saya membenahi ini. Kalau tidak, dia pasti sering kena gol bola-bola menggantung, bola lob. Pandangan dan posisi, ini dua hal yang harus disatukan,” lanjutnya.

Selain Ravi, ada tiga kiper lainnya yang ikutserta dalam seleksi tahap kedua itu, yakni Teguh Amirudin, Yogi Triana dan Deden M. Natsir

Timnas U-23 Bawa 23 Pemain Ke Marahalim Cup

Depok, TimNas.com  Tim nasional Indonesia U-23 akan mengikuti turnamen Marahalim Cup pada 9 hingga 14 Januari 2014 mendatang di Stadion Teladan, Medan.

Pelatih tim nasional Indonesia U-23, Aji Santoso mengungkapkan hanya membawa 23 dari 30 pemain yang mengikut seleksi tim nasional Indonesia U-23.

“Kami hanya membawa 23 hingga 24 pemain di turnamen Marahalim Cup. Ada beberapa pemain yang di tinggal,” katanya.

Ketujuh pemain yang ditinggal itu masih berstatus sebagai peserta seleksi tim nasional dalam persiapan Piala Asia U-22 dan SEA Games 2015, alias tidak dicoret.

Aji Santoso: Lawan Suriah Belum Ada Keputusan

Depok, TimNas.com – Tim nasional Indonesia U-23 sedang menjalani pemusatan latihan tahap kedua di Sawangan, Depok, Jawa Barat.

Di tahap kedua ini, skuad Garuda Muda mendapatkan satu laga ujicoba internasional.

Tim nasional Indonesia U-23 awalnya di jadwalkan berujicoba dengan Qatar di Australia pada 5 Januari mendatang. Namun uji coba itu batal dilakukan.

Sebagai gantinya, Badan Tim Nasional (BTN) dan PSSI menyiapkan Suriah sebagai laga tanding Evan Dimas dan kawan-kawan.

Tetapi, Aji belum bisa memastikan apakah pertandingan itu bakal terlaksana atau tidak.

“Saya belum tahu uji coba melawan Suriah jadi atau tidak. BTN sudah mengatakan kalau melawan Suriah belum ada kepastian,” ujarnya.

Aji Santoso: Evan Dimas Dan Gavin Kwan Adsit Beda Karakter

Depok, TimNas.com – Pelatih tim nasional Indonesia U-23, Aji Santoso mengungkapkan bahwa Evan Dimas dan Gavin Kwan Adsit memiliki karakter yang berbeda.

Evan Dimas dan Gavin Kwan Adsit saat ini mengikuti pemusatan latihan tahap kedua tim nasional U-23 di Depok.

“Sebenarnya posisinya berbeda. Kalau menilai, keduanya bagus. Tapi, saya perlu menilai lebih lanjut, karena itu diseleksi di sini,” kata Aji.

Aji menjelaskan Gavin adalah tipe pemain yang lebih banyak berperan sebagai gelandang sayap, serta memiliki kecepatan dan kerap melakukan penetrasi. Sementara Evan, lebih banyak memainkan peran sebagai pembagi bola layaknya seorang play-maker.

Aji Santoso Nilai Kondisi Fisik Timnas U-23 Belum Ideal

Depok, TimNas.com –  Pelatih tim nasional Indonesia U-23, Aji Santoso menilai kondisi fisik skuad Garuda Muda masih belum ideal.

Hal tersebut dikatakan Aji setelah dirinya melihat hasil VO2Max para pemainnya.

Dari 23 pemain yang mengikuti tes, rata-rata VO2Max pemain hanya mencapai 54,8 poin. Padahal, menurut Aji nilai ideal rata-rata pemain harusnya berada di atas 57 poin.

“Tapi bagi saya itu sudah bagus. Karena mereka sedang jeda kompetisi dan tidak terlalu turun,” ucap Aji.

Aji menambahkan pemain yang memiliki VO2 Max tertinggi adalah Sandy Darma Sute dengan 61,6 poin. Sedangkan pemain yang VO2 Max-nya terendah adalah Mochammad Junda Irawan dengan 50,5.

“Kalau penjaga gawang, wajar segitu. Tapi kalau pemain lapangan, berarti lama tidak latihan,” tuturnya.

Raphael Maitimo: Pengganti Yang Terbaik Adalah Pelatih Yang Mengerti Sepakbola Indonesia

Jakarta, TimNas.com – Badan Tim Nasional mengumumkan bahwa kepastian pengganti Alfred Riedl akan diumumkan pada bulan Januari 2015 mendatang.

Pelatih asal Austria itu meninggalkan posnya setelah gagal membawa skuad Garuda lolos dari babak grup Piala AFF 2014 lalu.

Gelandang tim nasional Indonesia, Raphael Maitimo memiliki penilaian tersendiri mengenai sosok pelatih yang akan menggantikan Alfred Riedl.

Menurutnya, pelatih yang cocok melatih tim nasional Indonesia senior adalah pelatih yang mengetahui budaya sepakbola Indonesia.

“Pengganti yang terbaik adalah yang mengenal dan mengetahui kebudayaan Indonesia serta pelatih yang memiliki banyak pengalaman di luar Indonesia,” katanya.

“Itu karena sepak bola Indonesia masih butuh banyak peningkatan. Jadi, sangat bagus jika bisa belajar dari seseorang yang sudah memiliki banyak pengalaman,” lanjutnya.