Espanyol Tawari Kontrak Dua Tahun Untuk Evan Dimas

Surabaya, TimNas.com – CEO Surabaya United, I Gede Widiade mengungkapkan bahwa Evan Dimas ditawarin kontrak selama dua tahun oleh tim asal Spanyol, Espanyol B.

“Espanyol ini positif sekali. Mereka serius sekali. Kalau untuk karier, saya condong Evan Dimas ke Spanyol karena ini karier dia sampai tua. Persyaratannya mudah kok,” tuturnya.

“Evan Dimas ke sana dulu untuk adaptasi. Mempersiapkan kondisi fisik dan teknik dasar selama tiga sampai enam bulan. Setelah itu berkompetisilah dia,”

I Gede Widiade menyatakan dirinya bersedia untuk melepas Evan Dimas ke Espanyol. Namun dengan syarat, ia harus kembali ke Surabaya United jika sudah tidak lagi memperkuat Espanyol sesuai kontrak yang ditawarkan.

“Saya merelakan dengan catatan setelah dari Espanyol tetap ke saya. Dia kontraknya dua tahun. Kalau ada opsi lain, harus ngomong sama saya lagi,” jelasnya.

“Evan Dimas kan masih butuh penyempurnaan di sana (Espanyol B). Setelah dua tahun di sana baru mungkin ada transfer fee atau apapun, kan dia sudah jadi,”

Nasib Benny Dollo Di Sriwijaya FC Masih Samar-Samar

Palembang, TimNas.com – Nasib Benny Dollo sebagai pelatih Sriwijaya FC masih belum jelas meski desakan untuk memecat dirinya dari posisinya sekarang semakin kuat.

Presiden Sriwijaya FC, Dodi Reza Alex masih enggan membahas lebih rinci mengenai status Benny Dollo.

“Kita membahas program-program yang akan dilalui tahun depan, termasuk sosialisasi Asian Games 2018. Untuk keputusan (tentang Benny Dollo) belum ada,” tuturnya.

“Sampai saat ini, mereka, pelatih dan pemain, masih yang kemarin. Mereka masih bagian tim Sriwijaya FC, belum ada yang dilepas,”

Rahmad Darmawan Tanggapi Positif Soal Achmad Jufriyanto dan Dedi Kusnandar Ke Malaysia

Kuala Lumpur, TimNas.com – Pelatih T-Team FC, Rahmad Darmawan angkat bicara soal kemungkinan perginya Achmad Jufriyanto dan Dedi Kusnandar ke Malaysia.

Pelatih yang akrab disapa RD itu menyambut positif kedatangan dua pemain Persib Bandung tersebut ke Malaysia.

“Semua tahu kemampuan serta peran Achmad Jufriyanto dan Dedi Kusnandar di Persib sangat vital. Mereka mampu membawa Persib juara Indonesia Super League (ISL) 2014 dan Piala Presiden 2015,” tuturnya/

“Daripada bermain tarkam, saya berpendapat para pemain, terutama pemain muda, agar menyelamatkan karier ke luar negeri, kalau kondisi sepak bola indonesia masih tidak jelas seperti ini,”

Ibnu Grahan Kecewa Dengan Tindakan Suporter Arema

Yogyakarta, TimNas.com – Pelatih Surabaya United, Ibnu Grahan mengaku kecewa dengan tindakan yang dilakukan oleh para suporter Arema Cronus.

Para pemain Surabaya United mendapatkan intimidasi suporter Arema sejak tiba di stadion Maguwoharjo hingga sepanjang pertandingan.

“Perjalanan dari hotel ke stadion aman. Tetapi, ketika jarak mulai mendekati pintuk masuk stadion bus dilempari batu, hancur semua bus kita,” jelasnya.

“Ilham Udin Armaiyn terkena serpihan kaca, Evan Dimas duduk di belakang dilempar batu, kaca lubang sebesar kepala, untung tidak kena,”

“Pemain muda baru pertama kali mengalami kejadian seperti ini. Semua pemain dan ofisial merasa kecil hati untuk masuk stadion karena keamanan dan pengamanan stadion sangat kurang,”

Surabaya United mengalami kekalahan 3-1 oleh Arema Cronus di babak 8 besar Piala Jendral Sudirman.

Persib Bandung Bakal Kehilangan Achmad Jufriyanto ?

Bandung, TimNas.com – Salah satu pilar Persib Bandung, Achmad Jufriyanto disebut-sebut akan meninggalkan Maung Bandung. Pasalnya, ada kabar yang mengatakan pemain berposisi sebagai bek itu telah melakukan trial di klub Malaysia, Terengganu FA.

Selain pemain yang akrab disapa Jupe itu, ada juga pemain asal Indonesia yang mengikuti trial di Terengganu FA, yakni Yongki Ariwibowo, yang terakhir memperkuat Persipasi Bandung Raya (PBR).

Achmad sendiri belum mengatakan secara detail tentang kabar yang berhembus itu tetapi ia sebelumnya pernah mengaku dirinya ingin bermain di luar negeri lantara kondisi sepakbola Indonesia yang masih simpang siur.

“Nanti saya akan cerita kalau sudah jelas saja,” tuturnya.

Mantan pemain Sriwjaya FC itu tidak hanya sekali dikabarkan akan merumput di luar negri. Sebelumnya, ia pernah dikabarkan diminati oleh klub dari Maladewa dan Thailand.

“Saat itu saya menolak karena sudah merasa nyaman dengan Persib,” ungkapnya.

“Kalau dibilang menyesal, memang ada sedikit rasa penyesalan. Tetapi mau apa lagi, nasi sudah menjadi bubur. Saya harus legowo menerima kenyataan ini dan berharap kondisi persepakbolaan kita segera membaik,”

Surabaya United Depak Tiga Pemain Intinya

Solo, TimNas.com – Jelang laga melawan Persipura Jayapura di babak 8 besar Piala Jendral Sudirman 2015, Surabaya United mendepak tiga pemain intinya, yakni sang kapten Jendri Pitoy (kiper), Otavio Dutra (bek), dan Pedro Javier (striker).

Ketiga pemain andalan itu diusir lantaran diduga menerima suap dari pihak Pusamania Borneo FC yang akhirnya mengalahkan Surabaya United di laga pertama babak 8 besar turnamen Piala Jenderal Sudirman 2015.

Namun, Sekretaris Tim Surabaya United, Rahmad Sumanjaya membantah kabar tersebut. Menurutnya, ketiga pemain itu dicoret karena tidak cocok dengan pelatih Ibnu Grahan, bukan karena masalah dugaan suap.

“Mereka sudah tidak menjadi bagian dari Surabaya United. Alasannya ya soal teknis permainan ketiganya yang tidak cocok dengan pelatih,” ujarnya.

“Secara prinsip permainan mereka tidak cocok dengan pelatih. Mereka tak lagi menjadi bagian dari tim ini. Tidak ada apa-apa, ini murni masalah teknis,” ulangnya.

Ini Alasan Andik Vermansyah Nyaman Di Selangor FA

Shah Alam, TimNas.com – Andik Vermansyah mengaku dirinya nyaman berada di Selangor FA. Mantan pemain tim nasional U-23 ini pun akan segera memperpanjang kontraknya dengan klub atas Malaysia tersebut selama dua musim ke depan.

Alasan kuat Andik merasa nyaman disana adalah faktor finansial, fasilitas, kejelasan kompetisi, dan jaminan memperoleh tempat di skuat utama.

“Kalau di Indonesia kontraknya besar tapi bisa tak dibayar beberapa bulan, kalau di sini Alhamdulillah lancar. Enak di sini, dapat mobil, apartemen, fasilitasnya terjamin,” bebernya.

“Saya juga dipercaya di skuat inti. Itu sangat menyenangkan dan membuat saya semakin termotivasi untuk memberikan yang terbaik,”

“Di sini ada kompetisi, di Indonesia masih belum selesai masalahnya,”

Atep: Ibrahim Conteh Belum Dapat Gantikan Peran Makan Konate

Bandung, TimNas.com – Kapten Persib Bandung, Atep mengungkapkan bahwa pemain seleksi Persib Bandung asal Sierra Lone, Ibrahim Conteh belum dapat menggantikan peran mantan gelandang andalan Persib, Makan Konate.

“Posisi Ibrahim Conteh dan Makan Konate sama sebagai gelandang serang. Namun, saya belum melihat pemain tersebut bisa menggantikan peran Makan Konate,” katanya.

“Mungkin, penampilan terbaiknya baru bisa terlihat di pertandingan-pertandingan ujicoba lainnya. Dia baru membela Persib dalam satu pertandingan (ujicoba kontra Persipasi Bandung Raya). Dia belum menyatu dengan permainan tim,”

Menurutnya, Ibrahim Conteh dan Makan Konate memiliki gaya dan karakter yang berbeda sehingga cukup sulit untuk membandingkan kedua pemain asing asal Afrika tersebut.

“Karakter permainan Ibrahim Conteh dan Makan Konate berbeda. Kemampuan yang dimiliki Ibrahim Conteh tidak dimiliki Makan Konate, begitu pula sebaliknya,” ungkapnya.

“Tapi, saya yakin Ibrahim Conteh bisa segera menunjukkan penampilan terbaik,”

Kas Hartadi: Kemenangan Ini Hasil Kerja Keras Tim

Sleman, TimNas.com – Pelatih Pusamania Borneo FC mengungkapkan kemenangan 2-1 timnya atas Surabaya United dalam ajang Piala Jendral Sudirman di Stadion Maguwoharjo Sleman pada hari Minggu lalu adalah hasil keras tim.

“Ini kerja keras para pemain.” katanya.

Kas mengaku timnya memang berlatih bola bola mati. Sehingga jika ada kesempatan bola mati dapat digunakan maksimal oleh timnya. Hal ini juga karena pemainnya yang sabar dan disiplin dalam menjaga ritme. Walaupun ia mengakui timnya sempat tidak terorganisir dan belum siap dalam 20 menit pertama.

“Mulai awal kita belum siap di 20 menit pertama. Organisasi belakang belum siap. Main sabar sabar dan disiplin akhirnya kita bisa menangkan,” jelasnya.

Ini Tanggapan Indra Sjafri Soal Bayu Gatra

Bali, TimNas.com – Pelatih Bali United, Indra Sjafri tampaknya menerima dengan lapang dada bahwa salah satu pilarnya, Bayu Gatra meninggalkan tim.

Alasan perginya mantan pemain tim nasional Indonesia U-23 itu adalah tidak tercapainya kesepakatan nilai kontrak.

“Saya rasa ini sudah menjadi keputusan bersama. Jadi jangan sampai menjadi polemik yang berkepanjangan nantinya,” ujar mantan pelatih tim nasional Indonesia U-19 itu.

“Saya berharap Bayu Gatra bisa terus sukses di klub barunya nanti,”