Jafri Sastra Belum Puas Dengan Hasil Kemenangan Mitra Kukar

Yogyakarta, TimNas.com – Dalam laga pertama Grup A atau Grup 1 turnamen Piala Presiden 2017, Mitra Kukar dengan Persegres Gresik United di Stadion Maguwoharjo Sleman, Yogyakarta. Pada laga tersebut, Mitra Kukar menang 1-0 atas Persegres Gresik United.

Meski demikian, pelatih Mitra Kukar, Jafri Sastra mengungkapkan bahwa anak asuhnya masih belum tampil dengan maksimal.

“Sebetulnya banyak hal yang harus kami pertimbangkan sebelum ikut Piala Presiden, terutama masa persiapan. Masa persiapan terus terang tidak ideal,” katanya.

“Kita hanya latihan 4 hari, kita juga tidak ada uji coba. Empat hari latihan, hari kelima kita sudah di sini. (Kemenangan) Ini mungkin bisa dikatakan ujicoba pertama,”

Seri Lawan Persipura, PSS Sleman Bangga

Yogyakarta, SunduL.com – Dalam pertandingan pembuka Piala Presiden 2017 kemarin, PSS Sleman berhadapan dengan Persipura Jayapura di Stadion Maguwoharjo Sleman, Yogyakarta. Pada laga tersebut, PSS Sleman berhasil menahan imbang 0-0 Persipura Jayapura.

Atas hasil tersebut, Freddy Muli selaku pelatih PSS Sleman mengaku sangat bangga pada tim asuhannya dapat meraih hasil imbang dengan klub juara Indonesia Soccer Championship (ISC) atau Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 itu.

“Saya cuma memberi instruksi, tapi mereka (para pemain) ini kuncinya. 5 hari latihan, sekelas Persipura, lawan yang sulit,” katanya.

“Pemain punya disiplin, kemauan, tanggung jawab. Ya walaupun kita tidak menang, tapi lawannya tim berkualitas yang susah dikalahkan,”

“Kita tidak boleh terlalu takabur, awal ini harus kita pelajari, lebih baik lagi, lebih baik lagi. Kalau kita sudah mentok, sudah puas, tidak ada artinya karena tujuan kita masih panjang,”

Arema FC Kehilangan Ryuji Utomo

Malang, TimNas.com – Arema FC akan kehilangan Ryuji Utomo pada kompetisi Indonesia Super League (ISL) atau Liga 1 2017 musim depan. Pasalnya, bek timnas U-19 ini memutuskan untuk hengkan dari klub agar mendapatkan tempat reguler di klub lain.

“Ke depannya saya ingin mencari klub yang memberikan saya menit bermain lebih karena saya juga masih muda, jadi butuh banyak pengalaman,” katanya.

“Saya masih melihat klub yang serius. Untuk sekarang, saya pulang ke keluarga dulu sambil memikirkan masa depan saya,”

Kehadiran Ryuji Utomo sebenarnya masih dibutuhkan untuk mengisi lini belakang Arema FC. Pasalnya, tim Singo Edan baru saja melepas duet bek utamanya musim lalu yakni Hamka Hamzah dan Goran Gancev. Namun, Ryuji Utomo merasa ia susah berkembang jika tetap bertahan di Arema FC.

Di turnamen segitiga bertajuk Trofeo Bhayangkara 2017 lalu, pelatih Aji Santoso justru lebih sering menurunkan bek muda Arema FC lainnya, Okky Derry, ketimbang memasang Ryuji Utomo, Hasilnya, gawang Arema FC tidak kebobolan dan meraih juara di turnamen yang juga diikuti oleh Persija Jakarta dan Bhayangkara FC.

Ryuji Utomo sendiri tidak mendapatkan tempat utama di lini belakang Arema FC musim lalu di kompetisi Indonesia Soccer Championship A (ISC A) atau Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 meskipun beberapa kali dimainkan.

Sriwijaya FC Datangkan Nur Iskandar & Bio Paulin

Palembang, TimNas.com – Sriwijaya FC berhasil mendatangkan pemain naturalisasi asal Kamerun, Bio Paulin. Selain pemain yang berposisi sebagai bek itu, klub berjuluk Laskar Wong Kito ini juga mendatangkan M. Nur Iskandar yang sebelumnya bermain untuk Semen Padang.

“Bio Paulin sudah sepakat dan Jumat (3/1/2017) akan ikut berlatih di Palembang,” kata Presiden Sriwijaya FC, Dodi Reza Alex.

“Yang kita lakukan di Jakarta hanya pra kontrak dan kesepakatan resminya akan dilakukan bersama seluruh pemain yang lain nantinya di hadapan manajemen Sriwijaya FC,”

“Saat ini perburuan kami sudah hampir selesai. Saya mengucapkan terima kasih kepada manajer dan manajemen Sriwijaya FC yang sudah bekerja keras memberikan yang terbaik agar klub kebanggaan masyarakat Sumsel ini dapat terus berprestasi ke depannya,”

Dodi Reza Alex juga mengungkapkan transfer M. Nur Iskandar ke Sriwijaya FC untuk turut tampil di turnamen Piala Presiden 2017 dan kompetisi Indonesia Super League (ISL) atau Liga 1 2017 nanti. Meskipun demikian, ada sejumlah pemain bidikan Sriwijaya FC yang gagal digaet.

“Sempat ada buruan yang lepas karena alasan keluarga, namun kami terus bersabar dan selalu berkomunikasi dengan banyak pihak agar skuat Sriwijaya FC makin kompetitif. Strategi gerilya ini kami ambil agar tidak kecolongan lagi,” jelasnya.

Cristian Gonzales Masih Belum Tandatangan Kontrak di Arema FC

Malang, TimNas.com – Bomber Arema FC, Cristian Gonzales hingga saat ini masih belum menandatangani perpanjangan kontrak di Arema FC untuk turnamen Piala Presiden 2017 dan kompetisi Indonesia Super League (ISL) atau Liga 1 2017. Pemain naturalisasi ini masih menunggu negosiasi terkait kontrak baru di Arema.

”Kami dalam posisi menunggu, menunggu proses negosiasi kontrak baru,” katanya.

”Saya sudah komunikasi dengan pelatih. Dan harus kerja keras dengan tim baru sekarang,”

Cristian Gonzales selama ini menjadi bomber andalan di lini depan Arema FC. Oleh karena itu, suporter Arema atau Aremania mewanti-wanti agar Cristian Gonzales jangan sampai pindah ke klub lain.

“Jangan sampai Cristian Gonzales lepas. Dia harus tetap dipertahankan karena kontribusinya sangat besar kepada tim. Cristian Gonzales selalu jadi top scorer tim setiap musimnya,” tegas Sumi Herni, salah satu anggota Aremania.

“Cristian Gonzales sudah bagus. Lebih baik dipertahankan dan tinggal mencari pasangannya saja. Kalau bisa, tandem Cristian Gonzales tipikalnya pelari seperti Samsul Arif atau Alberto Goncalves. Kalau tidak bisa datangkan mereka, ya cari yang tipenya sama,” imbuh Aremania lainnya.

Keputusan dipertahankan atau tidaknya Cristian Gonzales sepenuhnya ada di tangan Aji Santoso yang belum lama ini telah ditunjuk sebagai pelatih kepala Arema FC untuk menggantikan Milomir Seslija yang kontraknya tidak diperpanjang.

Erza Walian: Mungkin Sekitar 10 Tahun Lagi

Jakarta, TimNas.com – Erza Walian mengunkapkan bahwa dirinya masih belum ingin bermain di Indonesia dalam waktu dekat ini walaupun sudah resmi menjadi pemain naturalisasi. Pemain muda Ajax Amsterdam ini masih berkompetisi di Eropa sekitar 10 tahun lagi.

“Saya senang untuk memperkuat timnas Indonesia saat ini, dan juga ingin bermain di Liga Indonesia ke depannya, tapi mungkin sekitar 10 tahun lagi,” katanya.

“Jika memungkinkan, saya ingin mengembangkan diri dulu dalam beberapa tahun ke depan di klub Eropa,”

Gelandang kelahiran Belanda berdarah Manado ini menyadari bahwa persaingan untuk menembus skuad senior Ajax Amsterdam memang sangat berat. Namun, Ezra Walian tetap akan berusaha meskipun tidak menutup kemungkinan dirinya mencari klub Eropa lain nantinya.

“Para pemain dari tim utama harus selalu bermain, jadi saya tidak bisa bermain. Tapi itu sebuah bagian penting dalam edukasi di Akademi Ajax. Kamu harus belajar bersepakat dengan itu. Kemudian saya berbicara kepada diri sendiri untuk berlatih lebih keras lagi,” tuturnya.

“Saat ini saya terikat kontrak di Ajax Amsterdam, tapi saya sangat penasaran apa yang akan terjadi dalam enam bulan lagi,” imbuhnya.

Kontrak Ezra Walian di Ajax Amsterdam memang akan berakhir setengah tahun lagi. Sudah ada beberapa klub Indonesia yang menginginkannya, tapi ia menolak karena masih ingin berkiprah di persepakbolaan Eropa.