PSSI Carikan Lagi Lawan Baru Untuk Timnas U-19

PSSI Carikan Lagi Lawan Baru Untuk Timnas U-19

Jakarta, TimNas.com - Timnas Indonesia U-19 dipastikan tidak jadi berujicoba dengan Liverpool U-18. Sebagai gantinya, PSSI akan mencarikan dua lawan ujicoba di bulan Mei ini.

Sebelumnya, timnas U-19 dijadwalkan menjajal Liverpool U-18 pada 25 Mei mendatang. Namun, menurut PSSI ada beberapa faktor yang kemudian membuat laga itu batal digelar.

Sekjen PSSI, Joko Driyono menjelaskan pihaknya kini masih mencari dua lawan ujicoba yang pas untuk timnas U-19. Dia menilai, ada beberapa negara Asia yang layak jadi lawan Evan Dimas dkk.

“Kalau bisa dengan dua negara luar negeri. Ada beberapa nominasinya. Tapi jangan disebut dulu. Nanti kalau sudah konfirmasi. Yang jelas dari negara Asia.” Katanya.

Joko lantas menampik kabar yang menyebut salah satu calon lawan Timnas U-19 adalah Lebanon.

“Lawan Lebanon? Kata siapa? Sisa waktu ini kami masih menunggu mana yang confirm. Untuk tempatnya pertandingannya, kami belum tahu apakah di Jakarta atau di luar Jakarta.” Tutupnya.

Main Di Iran, Sergio Van Dijk Tidak Diikutsertakan Di Piala AFF

Main Di Iran, Sergio Van Dijk Tidak Diikutsertakan Di Piala AFF

Jakarta, TimNas.com - Pelatih timnas Indonesia senior, Alfred Riedl mengatakan dirinya tidak dapat memanggil Sergio Van Dijk ke timnas Indonesia untuk Piala AFF 2014.

Alasannya adalah Van Dijk masih bermain di kompetisi Iran Pro League bersama Sepahan Isfahan FC hingga bulan Desember nanti.

“Saya sebenarnya ingin memanggilnya. Tapi, jadwal kompetisi di Iran tidak memungkinkan karena masih berjalan pada Desember nanti. Sementara Piala AFF sudah dimulai sejak November hingga Desember akhir.” Jelasnya.

Pelatih asal Austria itu menambahkan para pemain yang yang berkompetisi di klub-klub Asia Tenggara memiliki peluang untuk dipanggil dirinya ke dalam skuat Piala AFF nanti.

“Ada peluang untuk mereka dipanggil atau masuk skuat Piala AFF, karena seluruh kompetisi di Asia Tenggara pasti sudah selesai sebelum Piala AFF.” Ungkapnya.

Seperti diketahui, timnas memang sedang bersiap untuk mengikuti Piala AFF 2014 di Singapura dan Vietnam pada 22 November – 20 Desember 2014.

La Nyalla: Kekalahan Dari Myanmar, Harus Dijadikan Pelajaran

La Nyalla: Kekalahan Dari Myanmar, Harus Dijadikan Pelajaran

Jakarta, TimNas.com - Ketua Badan Tim Nasional (BTN), La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan bahwa timnas Indonesia U-19 harus menjadikan pelajaran kekalahan dari Myanmar.

Timnas Indonesia U-19 menjamu Myanmar pada Rabu, 7 Mei 2014 malam di Stadion Gelora Bung Karno. Skuat Garuda Jaya kalah 1-2 dari tim tamu.

”Timnas U-19 telah menampilkan permainan yang baik. Hanya kurang beruntung. Kesempatan mencetak gol cukup banyak, hanya kurang konsentrasi. Masih cukup waktu untuk berbenah. Main bola ada menang dan kalah. Ini agar menjadi pelajaran berharga untuk kedepannya. Saat event nanti timnas memiliki semua pelajaran yang berharga yang bisa diserap dalam tim. Kita tetap yakin U-19 akan jadi tim yang istimewa.” Katanya.

Gol timnas Indonesia dicetak oleh Putu Gede pada menit ke-43. Sedangkan dua gol Myanmar dicetak oleh Maung Maung Soe menit ke-88 dan Nandya Kyaw pada menit ke-90.

Indra Sjafri: Timnas U-19 Masih Labil

Indra Sjafri: Timnas U-19 Masih Labil

Jakarta, TimNas.com - Pelatih timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri mengatakan bahwa tim asuhannya itu masih sulit menjaga tempo permainan lantaran para pemainnya masih labil.

“Usia mereka ini masih labil sehingga untuk bermain konsisten itu sulit. Ini menjadi kesulitan pelatih di luar teknis.” Katanya.

Ia pun mencontohkan Hansamu Yama yang terkena kartu merah (dua kali kartu kuning) karena terpancing emosi.

“Hansamu terpancing emosinya dan juga terpancing untuk naik ke atas,” Pungkasnya.

Ini Alasan Timnas Indonesia U-19 Bermain Seri

Ini Alasan Timnas Indonesia U-19 Bermain Seri

Jakarta, TimNas.com - Pada Senin, 5 Mei 2014 malam, timnas Indonesia U-19 berhadapan dengan Myanmar U-19 di Stadion Gelora Bung Karno.

Pada laga itu, skuat Garuda Jaya ditahan imbang 1-1 oleh Myanmar U-19.

Pelatih timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri mengatakan timnya bermain imbang karena ia mencoba taktik yang berbeda dari biasanya.

Jika biasa Evan Dimas dkk bermain bola pendek, pada saat melawan Myanmar, tim bermain dengan bola-bola panjang.

Alasan dia mengubah taktik tersebut adalah Indra ingin terus mencari strategi alternatif untuk diterapkan saat putaran final Piala Asia U-19 di Myanmar, Oktober mendatang.

“Sebelum pertandingan, saya sudah bilang bahwa fungsi uji coba adalah untuk menyiapkan alternatif taktik. Jadi tidak melulu kami bermain dengan cara yang itu-itu terus.” Ungkapnya.

“Kemarin-kemarin kami sering dikritik karena permainan kami mudah dibaca. Dan terus terang, tujuan uji coba kami kali ini tidak tercapai. Permainan tim tidak berkembang karena emosi pemain terpancing.” Tutupnya.

 

Indra Sjafri: Masyarakat Masih Belum Percaya Kemampuan Timnas U-19

Indra Sjafri: Masyarakat Masih Belum Percaya Kemampuan Timnas U-19

Jakarta, TimNas.com - Pelatih timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri mengaku masih bingung  dengan cara berpikir masyarakat Indonesia terhadap skuat Garuda Jaya. Pencapaian yang telah diraih, ternyata belum membuat masyarakat puas.

Padahal, katanya, di tahun 2013, timnas Indonesia U-19 telah meraih gelar juara Piala AFF U-19 dan meraih satu tiket ke Piala Asia U-19 pada 2014 setelah ke luar sebagai juara grup G fase kualifikasi.

“Saya bingung bagaimana cara meyakinkan bangsa Indonesia kalau timnas U-19 hebat. Masih ada masyarakat yang kritis. Meraih gelar juara Piala AFF itu karena main di Sidoarjo yang menjadi kandang.” Ungkapnya.

“Menang dari Korea Selatan di pertandingan terakhir kualifikasi Piala Asia U-19 karena hujan. Menang di Tur Nusantara, sebab lawan-lawan berasal dari dalam negeri. Menang melawan Uni Emirat Arab di dapur mereka sendiri, dibilang mereka tanpa pemain inti.” Lanjutnya.

Padahal menurut Indra Sjafri, Evan Dhimas cs merupakan tim yang patut diperhitungkan di Piala Asia U19 yang akan berlangsung di Myanmar pada 9-23 Oktober mendatang.

“Saya yakin dan optimis, kita lolos Piala Dunia.” Bebernya.

Timnas Indonesia Batal Diperkuat Pemain Arema

Timnas Indonesia Batal Diperkuat Pemain Arema

Jakarta, TimNas.com - Timnas Indonesia Senior telah memanggil 23 pemain untuk laga melawan Asean All-Stars 11 Mei mendatang.

Tujuh dari 23 pemain itu dipastikan batal bergabung dalam timnas Indonesia. Hal tersebut dikarenakan tujuh pemain itu adalah pemain Arema Cronous.

Batalnya bergabung tujuh pemain itu lantaran harus membela Singo Edan di ajang Piala AFC 2014 babak 16 besar.

“Sudah ada komunikasi dengan Wolfgang Pikal (asisten pelatih timnas Indonesia) kalau pemain Arema batal memperkuat timnas. Mereka (tim pelatih timnas) tidak tahu kalau kami akan berangkat ke Hong Kong pada tanggal 11 Mei.” Ungkapnya.

“Jadi timnas sudah merelakan kalau pemain Arema tidak bisa dipakai. Tujuh pemain Arema akan bermain di laga 16 besar Piala AFC lawan Kitchee.” Pungkasnya.

Tujuh pemain yang dipanggil ke timnas itu adalah Irsyad Maulana, Kurnia Meiga, Victor Igbonefo, Cristian Gonzales, Samsul Arif Munip, Ahmad Bustomi dan Hendro Siswanto.

Berikut 23 Nama Pemain Yang Dipanggil Aji Santoso Untuk Pelatnas Tahap Tiga

Berikut 23 Nama Pemain Yang Dipanggil Aji Santoso Untuk Pelatnas Tahap Tiga

Jakarta, TimNas.com - Jelang pemusatan latihan tahap ketiga pada 6 hingga 16 Mei 2014 di Yogyakarta, pelatih timnas Indonesia U-23, Aji Santoso memanggil 23 nama pemain.

Namun dari 23 nama yang dipanggil, pemain sayap Arema Cronous, Irsyad Maulana, terpaksa tidak bisa memenuhi panggilan.

Ia tidak dapat ikut lantaran harus memenuhi panggilan dari tim senior yang juga melaksanakan pemusatan latihan.

Berikut 22 nama pemain untuk pemusatan latihan tahap tiga:

Kiper:

Andritany Ardhiyasa (Persija), Teguh Amiruddin (Perseru), Yogi Triana (Persita).

Belakang:

Dani Saputra (Persija), Rony Beroperay (Persipura), Syaiful Indra (Persik), Alfin Tuasalamony (Persebaya), M. Zaenuri (Pra-PON Jatim), Eky Taufik (Persela), Manahati Lestusen (Persebaya), Syahrizal (Persija).

Tengah:

Rasyid Bakri (PSM), Dedi Kusnandar (Persebaya) Rizky Pellu (Bandung Raya), Loudry Setiawan (Putra Samarinda), Ramdani Lestaluhu (Persija) Bayu Gatra (Putra Samarinda) Fandi Eko Utomo (Persebaya), Novri Setiawan (Persebaya), Syakir Sulaiman (Sriwijaya).

Depan:

Aldaeir (Putra Samarinda), Lerby Elyandri (Putra Samarinda).

Lapangan Dinilai Tidak Layak, Timnas U-23 Batal Ujicoba

Lapangan Dinilai Tidak Layak, Timnas U-23 Batal Ujicoba

Jakarta, TimNas.com - Timnas Indonesia U-23 yang dipersiapkan untuk Asian Games 2014 dipastikan batal melakukan laga ujicoba di Makassar.

Alasan batalnya ujicoba itu adalah stadion di kota itu yakni Mattoangin dinilai tidak layak.

“Kami sudah melakukan verifikasi langsung ke lapangan (Stadion Mattoangin Makassar). Hasilnya sudah kami paparkan ke Badan Tim Nasional (BTN). Keputusannya belum layak.” Ungkap Direktur High Performance Unit (HPU) BTN, Demis Djamoeddin.

Demis menjelaskan ada beberapa kendala sehingga stadion yang sebelumnya merupakan kandang klub PSM Makassar itu belum bisa digunakan untuk pertandingan timnas diantaranya masalah lampu stadion.

Berdasarkan verifikasi yang dilakukan, Stadion Mattoangin hanya memiliki 600 lux. Lampu yang adapun diakui oleh pengelola stadion ada yang putus bahkan mati.

“Timnas harus main malam, karena kami ada kerja sama penayangan di televisi dengan jam tayang prime time. Selain itu kualitas lapangan butuh perbaikan yang serius.”Jelasnya.

Evan Dimas Optimis Di Piala Asia U-19

Evan Dimas Optimis Di Piala Asia U-19

Jakarta, TimNas.com - Pada bulan Oktober mendatang, timnas Indonesia U-19 akan memulai perjuangannya di Piala Asia U-19.

Skuat Garuda Jaya tergabung dalam grup B bersama dengan Uzbekistan, Australia dan Uni Emirat Arab (UEA).

Kapten timnas Indonesia U-19, Evan Dimas optimis bahwa ia dan rekan-rekannya di timnas dapat tampil terbaik.

Dari 16 kontestan, empat yang melangkah ke semifinal otomatis akan tampil di putaran final Piala Dunia U-20 di Selandia Baru pada 2015.

“Kalau saya menilai, semua negara yang lolos ke Piala Asia itu semua kuat. Meskipun kita pernah melawan mereka UEA, tapi itu bukan jaminan kita bisa melakukannya lagi dengan mudah. Pasti mereka membuat perbaikan-perbaikan di timnya.” Katanya.

Mengenai Uzbekistan yang diunggulkan di grup B, Evan juga optimis Indonesia dapat mencapai hasil maksimal.

“Banyak yang bilang Uzbekistan sebagai unggulan, dan Australia berat. Tapi saya yakin Indonesia bisa. Karena tugas kita, siapapun lawannya harus siap untuk dihadapi.” Pungkasnya.

Pusat Berita TimNas dan Jadwal Tim Nasional Indonesia