Widodo C. Putro Pasrahkan Sepenuhnya Kepada Manajemen

Palembang, TimNas.com – Widodo C. Putro mengungkapkan dirinya tidak masalah jika dipecat dari Sriwijaya FC. Namun, jika kontraknya diperpanjang ia siap kembali melatih.

“Saya sudah serahkan laporan pertanggung jawaban kepada manajemen Sriwijaya FC. Soal seperti apa dan bagaimana kelanjutannya, saya pasrahkan sepenuhnya kepada manajemen. Saya siap bertanggung jawab sebagai pelatih,” katanya.

“Kalau dipertahankan silakan, kalau tidak pun monggo karena semua itu hak sepenuhnya manajemen. Yang pasti saya tidak masalah harus kembali jauh dari keluarga, asal semua jelas, karena saya ingin semua dibicarakan secara profesional,”

“Saya sendiri sebenarnya juga sudah banyak yang menawari, tapi memang belum saya bicarakan secara serius, sebab saya masih ingin luangkan waktu bersama keluarga,”

Terkait pencapaian Sriwijaya FC di kompetisi Indonesia Soccer Championship A (ISC A) atau Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 lalu, Widodo C. Putro mengaku gagal karena tidak mengantarkan Laskar Wong Kito menjadi juara dan finish di jajaran 4 besar.

“Memang dari awal menargetkan juara, itu cita-cita saya,” ujarnya.

“Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pecinta klub. Tetapi yakinlah, ini sudah hasil maksimal untuk kami. Keputusan saya serahkan pada manajemen,”

Lerby Eliandry Tetap di Pusamania Borneo FC Musim Depan

Samarinda, TimNas.com – Pusamania Borneo FC mempertahankan Lerby Eliandry untuk kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2017 musim depan. Kontrak sang pemain diperpanjang bersama dengan beberapa pemain lainnya, mereka adalah Sutan Samma, Ponaryo Astaman, Beck Flavio Junior, hingga Ricky Akbar Ohorella.

Bertahannya Lerby Eliandry tentu saja membuat suporter Pusamania Borneo FC merasa senang sekaligus lega. Pasalnya, mantan striker Bali United ini sebelumnya sempat mengisyaratkan akan hengkang dari tim Pesut Etam usai membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2016.

CEO Pusamania Borneo FC, Nabil Husein, dalam cuitan di Twitter menyatakan bahwa Lerby Eliandry dan juga Sutan Samma dipastikan bertahan di PBFC. Bahkan, keduanya diikat kontrak dengan durasi dua musim ke depan.

Sebelumnya, Ponaryo Astaman juga telah dipastikan bertahan di Pusamania Borneo FC. Kehadiran gelandang berpengalaman yang pernah menjadi kapten sekaligus andalan Timnas Indonesia ini sangat dibutuhkan oleh PBFC. Tidak sekadar sebagai pemimpin, Ponaryo Astaman juga masih menjadi otak lini tengah tim Pesut Etam.

“Tentu kehadirannya sangat vital dalam tim. Baik sebagai pemain maupun sebagai pemimpin tim,” kata Sekretaris Tim Pusamania Borneo FC, Donny Fahrochi.

“Bukan hal yang sulit memutuskan ia menjadi bagian tim musim depan, apalagi pelatih juga sangat merekomendasikan dirinya. Selain itu kami harap ia bisa membimbing banyak pemain muda kami,”

Madura United Targetkan Papan Atas Musim Depan

Madura, TimNas.com – Madura United mengungkapkan bahwa pihaknya memiliki target tinggi pada kompetisi musim depan. Klub berjuluk Laskar Sapeh Kerrab itu menargetkan berakhir di papan atas agar dapat tampil di kompetisi Asia.

“Berlaga di kompetisi resmi level Asia merupakan tantangan selanjutnya bagi pelatih (Gomes de Oliveira) di musim depan,” kata CEO Madura United, Achsanul Qosasi.

“Memperkuat karakter tim sebagaimana filosofi Laskar Sapeh Kerrab yang tidak pernah menoleh ke belakang dan terus mengejar prestasi lebih baik,”

“Performa tim harus lebih meningkat dengan cara memantapkan soliditas sebagai keluarga besar serta membantu mempromosikan pemain putra daerah (Madura),”

Madura United sendiri sudah memastikan bahwa Gomes de Oliveira tetap akan menukangi Slamet Nurcahyo dan kawan-kawan musim depan. Pelatih asal Brasil itu dinilai telah bekerja sangat baik di kompetisi ISC A 2016 lalu.

“Gomes de Oliveira tetap bersama Madura United, dia sudah siap menerima tantangan yang kami berikan,” jelas Manajer Madura United, Haruna Soemitro.

“Kami menginginkan Madura United kembali berada di papan atas. Semoga setelah mendapatkan lisensi barunya, dia bisa membawa Madura United menjadi lebih baik,”

Madura United memang tampil mengejutkan di ISC A 2016 lalu. Baru saja dibentuk, Laskar Sapeh Kerrab turut meramaikan persaingan di papan atas meskipun akhirnya harus puas menempati posisi ketiga di klasemen akhir.

Pecat Ibnu Grahan, Bhayangkara FC Akan Pakai Pelatih Asing

Surabaya, TimNas.com – Posisi Ibnu Grahan sebagai pelatih di Bhayangkara FC secara mengejutkan ditarik oleh pihak manajemen. Untuk Indonesia Super League (ISL) 2017 musim depan, Bhayangkara FC akan memakai pelatih asing.

“Yang pasti, posisi pelatih kepala akan ditempati pelatih asing, bukan lagi pelatih Ibnu Grahan. Saya sudah beritahu pelatih mengenai keputusan manajemen mengenai hal ini,” jelas Asisten Manajer Bhayangkara FC, Sumarji.

“Bukannya kami tidak puas dengan kinerja pelatih Ibnu Grahan, tapi kami mencoba untuk melakukan penyegaran,”

Di bawah besutan Ibnu Grahan, Bhayangkara FC sempat beredar di papan atas selama kompetisi ISC A 2016 bergulir. Hanya saja, di laga-laga terakhir, klub yang sebelumnya bernama Surabaya United yang kini dimiliki oleh PS Polri ini tampil kurang maksimal sehingga hanya finish di posisi 7 klasemen akhir.

Persib: Kami Batal Rekrut Makan Konate

Bandung, TimNas.com – Makan Konate dipastikan tidak akan bergabung dengan Persib Bandung pada komptisi Indonesia Super League (ISL) 2017 musim depan. Hal itu dikarenakan pemain asal Mali itu masih cedera. Persib pun berencana untuk langsung mencari pengganti sang pemain.

“Makan Konate batal kami rekrut karena saya sudah dapat informasi dia cedera dan harus dioperasi dulu,” jelas Manajer Persib, Umuh Muchtar.

“Jadi kami akan cari lagi, atau tidak menutup kemungkinan Marcos Flores diperpanjang kontraknya, apalagi selama ini dia pun sudah menunjukan kemajuan yang bagus bagi tim. Kita lihat saja nanti hasil evaluasi,”

“Sebenarnya saya juga tidak tega melepas pemain, tapi mau bagaimana lagi, itu semua demi kebutuhan tim, apalagi kompetisi depan nanti target kami juara,”

Makan Konate sendiri saat ini berstatus bebas klub setelah menolak perpanjangan kontrak dari klub Malaysia, T-Team FC, yang dibesut oleh mantan pelatih Timnas Indonesia U23, Rahmad Darmawan (RD).

Persib Bandung Dapatkan Pemain Asing Baru Musim Depan

Bandung, TimNas.com – Pada kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2017 musim depan, Persib Bandung telah memastikan diri mendatangkan pemain asing baru ke dalam tim. Pemain itu adalah Patrick Cruz Dos Santos, yang pernah bermain untuk Mitra Kukar.

“Kalau di depan (striker) satu nama sudah jelas ada. Dia Patrick (Cruz Dos Santos) yang dari Malaysia,” ungkap Manajer Persib, Umuh Muchtar di Bandung beberapa waktu lalu.

“Kalau itu (Patrick Cruz Dos Santos), Insya Allah sudah siap tanggal 2 atau 3 Januari 2017 dia datang. Dia sudah enggak perpanjang kontrak dengan T-Team FC. Itu yang baru bisa kita pegang,”

Setelah tampil mempesona bersama Mitra Kukar, Patrick Cruz Dos Santos hijrah ke Malaysia bersama T-Team FC atau Terengganu II. Di klub yang dibesut mantan pelatih Timnas Indonesia U23 Rahmad Darmawan (RD) itu, Patrick Cruz Dos Santos berhasil mencetak 10 gol meskipun kontraknya tidak diperpanjang.

Stefano Lilipaly Masuk Dalam Radar Sriwijaya FC

Palembang, TimNas.com – Manajemen Sriwijaya FC menyatakan bahwa pihaknya saat ini sedang mengincar pemain naturalisasi, Stefano Lilipaly setelah dirinya tampil memukau dengan timnas senior Indonesia di ajang Piala AFF 2016.

“Stefano Lilipaly memang masuk dalam radar kami. Tapi kami masih menunggu apakah dia mau atau tidak. Jadi akan kami jajaki terlebih dulu,” kata Presiden Sriwijaya FC, Dodi Alex Reza.

Penampilan satu-satunya pemain naturalisasi yang memperkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2016 itu memang mengesankan. Stefano Lilipaly menjadi pilihan utama Alfred Riedl untuk mengisi posisi sebagai gelandang serang tim Merah Putih dan tampil di seluruh laga Indonesia di Piala AFF 2016.

Hanya saja, Stefano Lilipaly dan kawan-kawan tidak berhasil membawa pulang trofi juara Piala AFF 2016 ke tanah air setelah ditaklukkan tuan rumah Thailand di partai puncak dengan skor 2-0.

Kendati begitu, pemain milik klub Belanda Telstar SC ini tetap merasa bangga bisa bermain untuk Timnas Indonesia. “Kita berhasil menyatukan seluruh masyarakat Indonesia bersama dan ini hanya terjadi di sepakbola dan saya sangat bangga akan hal tersebut,” paparnya.

“Kita tidak butuh Piala AFF dan semacamnya, yang kita butuhkan adalah kecintaan dan perjuangan sampai mati untuk membuat negeri lebih baik lagi dalam segala hal,” tambah Stefano Lilipaly.

Tanpa Gol Lawan Arema, Persib Bandung Tetap Syukuri Hasilnya

Bandung, TimNas.com – Dalam laga terakhir Indonesia Soccer Championship A (ISC A) atau Torabika Soccer Championship (TSC) 2016, Persib Bandung bertandang ke markas Arema Cronus. Pada laga tersebut, kedua tim bermain dengan skor kacamata hingga peluit panjang ditiupkan.

Pelatih Persib Bandung, Djajang Nurjaman mensyukuri hasil tersebut. Menurutnya, skor akhir tanpa gol itu merupakan hasil yang bagus untuk kedua tim.

“Hasil adil saya rasa. Kedua tim tampil baik dan menciptakan banyak peluang. Arema tim yang kuat. Hasil ini realistis buat kami,” katanya.

“Awalnya pertandingan ini adalah kesempatan terakhir kita dapat kemenangan tandang. Tapi, imbang lagi dengan Arema. Hasil ini pun harus kami syukuri, walau tidak terpecahkan kemenangan tandang,”

Tambahan satu poin membawa Persib Bandung mengakhiri kompetisi di posisi ke-5 dan raihan tersebut terbilang cukup bagus karena Sergio van Dijk dan kawan-kawan memang kurang tampil maksimal di ISC A 2016. Bahkan, Persib sempat terlempar dari jajaran 10 besar di klasemen sebelum akhirnya bangkit.

Sebaliknya, hasil imbang kontra Persib bagi Arema Cronus cukup pantas disesali. Pasalnya, tim Singo Edan dipastikan finish di peringkat kedua karena tidak mampu mengejar total poin yang telah dikumpulkan oleh Persipura Jayapura. Persipura pun dipastikan menjadi juara ISC A 2016.

Piala AFF 2016, Benny Wahyudi Undurkan Diri dari Timnas Senior

Jakarta, TimNas.com – Benny Wahyudi menegaskan dirinya pensiun dari Timnas Indonesia usai laga final leg kedua Piala AFF Suzuki Cup 2016. Bek berusia 30 tahun itu mengakui bahwa sudah saatnya timnas senior melakukan regenerasi karena banyak pemain muda berbakat yang sudah layak memperkuat tim Garuda.

“Faktor utama pensiun mungkin karena usia dan mungkin sudah saatnya timnas melakukan regenerasi yang lebih muda. Saya mau berkonsentrasi di klub saja,” katanya.

“Saya bangga bisa bermain di tim nasional, karena bermain di timnas adalah cara pemain bola untuk mengharumkan bangsa Indonesia,”

“Saat ini semuanya sudah bagus, karena kita punya pemain muda yang potensial. Mereka hanya butuh persiapan yang lebih saja. Kita tahu kemarin persiapan bisa dibilang kurang dengan banyaknya masalah-masalah dengan klub. Selain itu juga waktunya mepet,”

Mengenai gagalnya Timnas Indonesia meraih gelar Piala AFF Suzuki Cup 2016 setelah menyerah dua gol tanpa balas di kandang Thailand pada leg kedua di Stadion Rajamangala Bangkok, Benny Wahyudi menilai skuat Garuda sudah berusaha memberikan yang terbaik.

“Saya pribadi menyatakan penampilan timnas sudah sangat maksimal karena sempat dianggap sebelah mata. Namun dari penyisihan grup bisa tampil di final, ini sangat luar biasa bagi saya,” ujarnya.

“Mungkin menjadi runner-up cukup mengecewakan setelah hasil bagus di pertandingan sebelumnya. Tapi kami melawan tim terkuat di Asia Tenggara, sehingga harus lebih baik lagi,”

Alfred Riedl: Saya Tidak Dapat Pastikan Kapan Pensiun

Bogor, TimNas.com – Pelatih timnas senior Indonesia, Alfred Riedl dikabarkan akan pensiun setelah Piala AFF 2016. Namun, pelatih asal Austria ini mengaku masih belum memutuskan apa-apa.

“Tidak ada yang pasti dalam sepak bola. Segala sesuatunya bisa saja berubah. Termasuk soal kapan rencana saya akan pensiun,” ungkapnya.

“Saya tak bisa memastikan 100 persen akan pensiun. Kita lihat saja nanti setelah pertandingan final,”

Sepanjang kariernya, Alfred Riedl sudah tiga kali menukangi Timnas Indonesia, dan dalam tiga kesempatan tersebut ia belum menghasilkan trofi apapun, termasuk gelar juara Piala AFF untuk tim Merah Putih.

Pengalaman melatih Alfred Riedl sudah sangat banyak. Selain Timnas Indonesia, ia juga pernah membesut tim nasional Austria, Liechtenstein, Palestina, Vietnam, hingga Laos. Di level klub, mantan striker Austria ini pernah melatih Olympique Khouribga, El Zamalek, Khatoco Khánh Hòa, Al Salmiya, Hai Phòng, CS Vise, dan PSM Makassar.