Usia Pemain Dibatasi, Greg Nwokolo Tidak Setuju

Madura, TimNas.com – Greg Nwokolo menegaskan bahwa dirinya tidak setuju dengan rencana PSSI yang akan membatasi usia pemain di kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim depan, yaitu maksimal 35 tahun.

Menurutnya, aturan itu sangat tidak masuk akal karena akan mematikan karier pesepakbola yang sebenarnya masih bisa bersaing di kompetisi tertinggi.

“Menurut saya sih jujur enggak masuk akal. Ini liga profesional bukan liga amatir,” katanya.

“Justru malah membuat pemain muda menjadi malas. Karena otomatis mereka sudah punya kesempatan untuk main. Mereka tidak usah kerja keras untuk dimainkan. Itu tidak masuk akal,”

Striker yang kini memperkuat Madura United ini meyakini bahwa di Indonesia masih banyak pemain senior yang mampu menjaga penampilannya bersama klub-klub papan atas, semisal bomber Arema FC, Cristian Gonzales.

“Kalau berubah, semua pakai batasan umur itu artinya paksa pemain untuk gantung sepatu. Apalagi di Indonesia masih banyak pemain yang usianya 40 tahun tapi malah lebih kerja keras dari yang umur 20 tahun,” ujarnya.

“Misalnya (Cristian) Gonzales, paling bagus di Indonesia dan belum ada yang menggantikan dia sekarang. Kalau ia masih mau main, tapi lalu memutuskan pensiun, itu bukan karena keinginannya, tapi karena PSSI,”

“Mungkin kalau Cristian Gonzales pensiun, itu karena PSSI, bukan karena dia yang mau. Ada Ismed Sofyan, Bambang Pamungkas, dan ada banyak pemain lainnya. Jadi menurut saya, (PSSI) harus berpikir lagi untuk menerapkan aturan tersebut,”

PSSI Diminta Alfred Riedl Untuk Siapkan 4 Laga Ujicoba Untuk Timnas Indonesia

Jakarta, TimNas.com – PSSI mengungkapkan bahwa pelatih timnas senior Indonesia, Alfred Riedl meminta pihaknya untuk menyiapkan 4 laga ujicoba internasional bagi timnya sebelum bermain di Piala AFF 2016 nanti. Namun, PSSI tampaknya kesulitan untuk memenuhi permintaan Alfred Riedl tersebut.

“Permasalahannya sulit (untuk menggelar banyak laga ujicoba). Sulit dalam artian karena waktunya itu terbatas, apakah di November itu kami bisa main dua kali atau di Oktober bermain dua kali itu sulit,” kata Sekjen PSSI, Azwan Karim.

Timnas Indonesia baru satu kali menggelar laga ujicoba internasional, yakni melawan Malaysia yang dihelat di Stadion Manahan Solo beberapa waktu lalu yang dimenangkan dengan skor telak 3-0. Agenda terdekat berikutnya, tim Garuda akan menjamu Vietnam meskipun kepastiannya masih agak meragukan.

“Sebenarnya kami (PSSI) ingin Timnas Indonesia bermain di kandang untuk memanjakan penonton. Tapi permintaan Alfred Riedl lebih baik away, karena toh nanti Piala AFF 2016 juga di luar Indonesia,” tuturnya.

“Jadi saya kira, agak sulit untuk menyelipkan satu laga kandang lagi di Indonesia,” tambahnya.

PSSI: Mungkin Alfred Riedl Bisa Rangkap Latih Timnas U-19

Jakarta, TimNas.com – Hingga saat ini, PSSI juga belum menentukan siapa yang akan menjadi arsitek tim nasional Indonesia U-19. Padahal, Piala AFF U-19 2016 akan segera dimulai.

Ketua Komite Teknik dan Pengembangan PSSI, La Siya mengungkapkan bahwa pihaknya kemungkinan akan membuat Alfred Riedl juga melatih tim nasional U-19.

“Sebetunya kami sudah memutuskan satu nama pelatih untuk Timnas Indonesia U19. Tapi ada masalah teknis yang membuat semua itu tertunda dan bahkan bisa gagal,” bebernya.

“Opsinya mungkin Alfred Riedl bisa memegang Timnas Indonesia U19 juga. Ya, bisa jadi begitu,”

Sebelumnya, Sekjen PSSI, Azwan Karim mengatakan bahwa pihaknya sebenarnya menghendaki Sutan Harhara untuk menukangi Timnas Indonesia U19. Namun, keinginan tersebut gagal karena Sutan Harhara terlanjur mendatangani kontrak dengan Persela Lamongan.

“Karena calon pelatih (Timnas Indonesia U19) sudah melakukan tanda tangan kontrak dengan klub lain, jadi kami kembalikan permasalahan pelatih Timnas U19 kepada Exco PSSI yang akan memutuskan,” jelasnya.

“Untuk nama-nama pelatih yang tersebar, kami belum membicarakannya,”

Selain Sutan Harhara, ada beberapa nama lainnya yang juga masuk kandidat calon pelatih Timnas Indonesia U19, seperti Jafri Sastra, Widodo Cahyono Putro, Eduard Tjong, Jan Saragih, Rudy Eka Priyambada, Maman Suryaman, Andi Susanto, Rully Nere, dan beberapa nama lainnya.

Ismed Sofyan Angkat Bicara Soal PSSI Dibekukan Satu Tahun

Jakarta, TimNas.com – Kapten Persija Jakarta, Ismed Sofyan mengomentari soal PSSI yang dibekukan selama satu tahun oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Terhitung sejak 17 April 2015 kemarin PSSI dibekukan.

“Waktu satu tahun bukan waktu yang sebentar. Menpora harusnya bisa melihat. Sudah cukup untuk pembekuan ini, kalau bisa harus dicabut,” katanya.

Ia menilai pembekuan PSSI berdampak besar bagi persepakbolaan Indonesia. Ismed Sofyan mendukung reformasi sepakbola nasional, namun pembekuan PSSI harus dicabut terlebih dulu oleh Menpora.

“Pembekuan (PSSI) ini dampaknya tidak hanya kepada semua pelaku sepakbola, tapi juga berdampak kepada kompetisi dan tim nasional. Jadi kalau memang harus ada reformasi ya pembekuannya dicabut dulu,” tuturnya.

“Jadi, waktu satu tahun ini saya rasa sudah cukup untuk kita vakum dari kompetisi maupun event internasional,”

Namun, Ismed Sofyan menegaskan ia akan tetap merumput di Indonesia meskipun kondisi persepakbolaan nasional belum stabil. Ia tidak tertarik melanjutkan karier ke luar negeri atau ke negara tetangga.

“Menurut saya, Indonesia tetap menjadi negara dengan kompetisi yang paling baik di Asia Tenggara,” tutupnya.

Imam Nahrawi: Kami Tidak Hanya Urusi Sepakbola Saja

Jakarta, TimNas.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi menungkapkan bahwa pihaknya tidak hanya saja mengurusi sepakbola dan PSSI saja.

Ia menegaskan bahwa pihaknya juga memperhatikan cabang-cabang olahraga lainnya.

“Masak setiap hari saya mengurusi PSSI, banyak cabor (cabang olahraga) lain yang menjadi konsentrasi pemerintah, dan banyak hal lain yang kita pikirkan termasuk masa depan atlet,” jelasnya.

“PSSI itu hanya bagian kecil dari sekian banyak tanggung jawab pemerintah untuk mendorong prestasi olahraga menuju prestasi dunia,” tambahnya.

Menpora sendiri tidak ingin membahas tentang rencana Tim Transisi bentukan Kemenpora yang hendak menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI untuk menggantikan kepengurusan PSSI di bawah pimpinan La Nyalla Mattalitti.

Imam Nahrawi pun merasa senang karena turnamen Piala Kemerdekaan maupun Piala Presiden 2015 bergulir dengan lancar, juga pembinaan usia dini yang sudah mulai dilakukan oleh Kemenpora.

‎”Saat ini, yang terpenting semuanya berjalan, turnamen berjalan, pembinaan usia dini juga berjalan. Kalau untuk federasi (KLB PSSI) nanti kita pikirkan lebih lanjut,” ujarnya.

Joko Driyono: Paling Lambat Pertengah April Pelatih Timnas Diumumkan

Jakarta, TimnNas.com – Hingga saat ini pelatih tim nasional Indonesia belum diketahui secara pasti. Pasalnya pihak PSSI dan Badan Tim Nasional memutuskan untuk mengundur penunjukan siapa pelatih tim nasional Indonesia.

Seperti yang diketahui, pelatih sebelumnya Benny Dollo hanya menjabat sebagai pelatih sementara saja. Sesuai dengan kesepakatan mantan pelatih Persija Jakarta itu hanya menangani di dua laga ujicoba saja, melawan Kamerun dan Myanmar.

“Ternyata, tidak mudah juga untuk memutuskan. Terlebih, BTN masih hati-hati. Paling lambat pertengahan April akan diputuskan. Sepertinya BTN akan mengumumkan pada pertengahan April. Kami juga berharap tidak ada kendala, hingga bisa dapat diputuskan pelatih untuk timnas kita,” unngkap Sekretaris jenderal PSSI, Joko Driyono.

Joko Driyono: Pelatih Kiper Akan Diganti

Jakarta, TimNas.com – Sekjen PSSI, Joko Driyono mengungkapkan bahwa pelatih kiper tim nasional Indonesia akan diganti.

Sebelumnya, Alan Hafiludin ditunjuk sebagai pelatih kiper tim Garuda itu tetapi Arema Cronous tidak melepasnya karena pelatih tim nasional Indonesia, Benny Dollo menolak untuk memenuhi persyaratan yang diberikan tim Singo Edan itu.

“Pelatih kiper mengalami perubahan, pelatih Benny menginformasikan bahwa Hendro Kartiko akan menggantikan Alan Hafiludin,” katanya.

“Posisi Alan yang tengah sibuk melatih di tim Arema dan Hendro saat ini dalam posisi free menjadi alasaan utama pelatih Benny untuk memilih Hendro,”

Rahmad Darmawan: Benny Dolo Pelatih Yang Tepat Untuk Timnas

Jakarta, TimNas.com – Pelatih Persija Jakarta, Rahmad Darmawan mengungkapkan bahwa Benny Dolo adalah pelatih yang tepat untuk tim nasional Indonesia senior.

Benny Dolo resmi menjadi pelatih skuad Garuda setelah ditunjuk oleh Badan Tim Nasional dan PSSI.

“Saya rasa pelatih Benny adalah pelatih yang sangat berpengalaman. Karena sosok Benny memiliki karakter yang kuat dan pengalaman sebagai pelatih tim nasional,” katanya.

“Saya selalu siap mendukung tim nasional Indonesia selama ditangani Benny Dolo. Saya harap beliau bisa memberikan kontribusi,” lanjutnya.

PSSI Akan Putuskan Pelatih Timnas Akhir Februari

Jakarta, TimNas.com – Pelatih tim nasional Indonesia senior akan ditentukan PSSI dan Badan Tim Nasional (BTN) pada akhir bulan Februari ini.

Terkait pemilihan pelatih itu, PSSI dan BTN memiliki dua opsi, yakni pelatih sementara dan pelatih permanen.

“Hasil drawing menjadi refrensi PSSI lewat BTN untuk memutuskan di akhir bulan ini. Sebelumnya, ada opsi interim atau permanen. Itu belum diputuskan,” jelas Joko Driyono.

Rencana untuk memutuskan siapa pelatih Garuda karena adanya agenda ujicoba pada Maret 2015, setidaknya tim nasional akan melakoni dua pertandingan.

“Maret ada pertandingan persahabatan dan rencananya tanggal 26 dan 29. Itu dalam periode FIFA Matchday.”

Pelatih Timnas Senior Masih Dicari Oleh PSSI

Jakarta, TimNas.com – Hingga saat ini kursi pelatih tim nasional Indonesia senior masih belum ada yang menduduki.

Posisi kepala pelatih skuad Garuda kosong setelah ditinggalkan oleh pelatih Alfred Riedl setelah gagal di Piala AFF 2014

Sekjen PSSI, Joko Driyono mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini masih mencari siapa yang akan mengisi kekosongan di kuris pelatih itu.

“Apakah caretaker atau langsung permanen. Tapi, seperti yang sudah dibicarakan sebelumnya, kemungkinan besar caretaker,” katanya.