Tag Archives: timnas u-19

Indra-Sjafri-Pemain-U-19-Tidak-Boleh-Ikut-Tarkam

Indra Sjafri: Pemain U-19 Tidak Boleh Ikut Tarkam

Ternate, TimNas.com - Pelatih tim nasional Indonesia U-19, Indra Sjafri mengungkapkan bahwa anak asuhnya dilarang mengikuti tarkam atau ajang kompetisi setingkat kampung saat libur Lebaran nanti pada 23 Juli hingga 2 Agustus 2014 mendatang.

Terakhir kali skuad Garuda Jaya melakukan aktivitas sepakbola sebelum libur Lebaran adalah ujicoba melawan Persiter Ternate pada Selasa 22 Juli 2014 besok.

“Tidak boleh ikut tarkaman dan pastinya para pemain tidak akan berani. Bukan berarti karena menjaga kondisi fisik terus ikut tarkaman, kan para pemain bisa berlatih sendiri,” katanya.

Akan tetapi, Indra Sjafri memperbolehkan anak asuhnya ikut masuk ke dalam klub lain jika ingin berlatih.

“Kalau ada klub di daerahnya silakan ikut berlatih di sana, atau kembali ke klub asal. Nanti pemain harus menyerahkan nomor kontak pelatih klub bersangkutan agar kami bisa memantau kondisi fisiknya,” lanjutnya.

Timnas-U-19-Kehilangan-Tujuh-Pemain-Saat-Ujicoba-Lawan-Persiter

Timnas U-19 Kehilangan Tujuh Pemain Saat Ujicoba Lawan Persiter

Ternate, TimNas.com - Tim nasional Indonesia U-19 akan berujicoba dengan Persiter Ternate di Gelora Kieraha, Maluku Utara pada Selasa, 22 Juli 2014.

Pada laga tersebut, skuad Garuda Jaya akan kehilangan tujuh pemain. Tim nasional kehilangan tujuh pemain bukan karena cedera namun ketujuh pemain itu pulang kampung lebih awal dibandingkan pemain lainnya lantaran masalah tiket pesawat.

Tujuh pemain itu adalah trio Aceh Zulfiandi, Hendra Sandi, Miftahul Hamdi. Sementara empat pemain lainnya yakni Paulo Sitanggang (Medan), I Putu Gede (Bali), Ichsan Kurniawan (Palembang), dan Febly Gushendra (Padang).

Hal tersebut dikatakan oleh pelatih tim nasional Indonesia U-19, Indra Sjafri.

“Tiket pesawat ke Aceh, Sumatera, dan Bali, paling akhir tanggal 20 Juli. Jadi mereka libur lebih cepat dari pemain lainnya,” kata Indra.

Indra Sjafri: Pemain Bermain Sesuai Dengan Instruksi

Indra Sjafri: Pemain Bermain Sesuai Dengan Instruksi

Sleman, TimNas.com - Timnas Indonesia U-19 berhadapan dengan timnas Yaman U-19 pada Minggu, 25 Mei 2014 di Stadion Maguwoharjo. Laga tersebut berakhir dengan skor 1-1.

Pelatih timnas U-19, Indra Sjafri memberikan apresiasi pada anak asuhnya meski timnas Indonesia U-19 bermain imbang dengan Yaman U-19. Pasalnya, di pertemuan keduanya ini Indra Sjafri menurunkan pemain lapis kedua dan para pemain bermain sesuai dengan instruksinya.

Pada pertemuan pertamanya dengan Yaman U-19, timnas U-19 berhasil menang 3-0 pada Jumat, 23 Mei 2014.

“Walaupun belum sempurna, mereka sudah menjalankan apa yang diinstruksikan pelatih. Ada banyak hal yang bisa diambil dari hasil dua pertandingan kontra timnas Yaman U19. Kita akan melakukan evaluasi.” Katanya.

Gol Indonesia dicetak Hendra Sandi Gunawan dari titik penalti pada menit ke-58 dan gol Yaman diciptakan Osama Ahmed dari titik putih pada menit ke-76.

Lawan Yaman, 3 Pemain Timnas U-19 Diragukan Tampil

Lawan Yaman, 3 Pemain Timnas U-19 Diragukan Tampil

Sleman, TimNas.com - Tiga pemain timnas Indonesia U-19 diragukan tampil dalam laga uji coba melawan Yaman.

Tiga pemain itu adalah Yabes Roni, Eriyanto dan Dimas Drajad.

Timnas Indonesia U-19 akan menghadapi Yaman dalam laga ujicoba yang akan berlangsung di Stadion Maguwoharjo sebanyak dua kali. Pertandingan pertama akan berlangsung pada Jumat (23/5/2014) dan Minggu (25/5/2014).

“Kondisi terakhir, tiga pemain itu masih diragukan untuk tampil di pertandingan nanti.” Ungkap pelatih timnas U-19, Indra Sjafri

Indra mengatakan bahwa laga ini sangat penting untuk evaluasi sebelum mengikuti Piala Asia U-19 pada akhir tahun nanti.

“Laga ini sangat penting dan kami menganggapnya sebagai ujian. Hasil terakhir yang didapat timnas menjadi tambahan semangat.” Ujarnya.

Indra menambahkan pihaknya enggan meremehkan kekuatan yang dimiliki oleh Yaman. Ia menilai Yaman memiliki kualitas yang bagus.

“Dari riset HPU, Yaman memiliki kualitas. Kami tidak tahu line up yang akan mereka turunkan sama atau tidak saat di babak kualifikasi Piala Asia.” Pungkasnya.

Tim Pelatih Timnas U-19 Soroti Mental Pemain

Tim Pelatih Timnas U-19 Soroti Mental Pemain

Jakarta, TimNas.com - Mental pemain timnas Indonesia U-19 terus menjadi sorotan tim pelatih jelang Piala Asia U-19 di Myanmar Oktober mendatang.

Pelatih mental timnas U-19 Guntur Cahyo Utomo mengatakan usai pertandingan melawan timnas Myanmar pemain terlihat sangat emosi.

Menurutnya, hal ini menjadi pelajaran berharga bagi timnas U-19. Hal ini menjadi pelajaran ketika nanti menghadapi lawan yang bermain keras seperti timnas Myanmar.

“Iya tentu saja itu pelajaran berharga. Kita kalah lalu emosi segala macam, lawan bermain seperti itu. Itu sesuatu yang sangat berharga. Ok. Berarti ada lawan yang bermain seperti itu. Itu sama halnya dengan melawan tim yang bermain yang sangat keras.” Ungkapnya.

Guntur berharap evaluasi yang diberikan kepada pemain timnas bisa membuat tim berbenah diri.Untuk mengevaluasi mental Evan Dimas cs, pelatih akan melakukan program pendampingan pemain. Program mental akan disesuaikan dengan pemicu penyebab meledaknya emosi timnas.

“Program masih sama. Kita akan lihat lagi pemicu-pemicunya. Penyebab lebih detail kemarin yang jelas kita akan bekerja terus, evaluasi dan perbaiki mereka dengan di lapangan atau seksi personal. Nanti akan ada seksi-seksi kelas tersendiri.” Jelasnya.

PSSI Carikan Lagi Lawan Baru Untuk Timnas U-19

PSSI Carikan Lagi Lawan Baru Untuk Timnas U-19

Jakarta, TimNas.com - Timnas Indonesia U-19 dipastikan tidak jadi berujicoba dengan Liverpool U-18. Sebagai gantinya, PSSI akan mencarikan dua lawan ujicoba di bulan Mei ini.

Sebelumnya, timnas U-19 dijadwalkan menjajal Liverpool U-18 pada 25 Mei mendatang. Namun, menurut PSSI ada beberapa faktor yang kemudian membuat laga itu batal digelar.

Sekjen PSSI, Joko Driyono menjelaskan pihaknya kini masih mencari dua lawan ujicoba yang pas untuk timnas U-19. Dia menilai, ada beberapa negara Asia yang layak jadi lawan Evan Dimas dkk.

“Kalau bisa dengan dua negara luar negeri. Ada beberapa nominasinya. Tapi jangan disebut dulu. Nanti kalau sudah konfirmasi. Yang jelas dari negara Asia.” Katanya.

Joko lantas menampik kabar yang menyebut salah satu calon lawan Timnas U-19 adalah Lebanon.

“Lawan Lebanon? Kata siapa? Sisa waktu ini kami masih menunggu mana yang confirm. Untuk tempatnya pertandingannya, kami belum tahu apakah di Jakarta atau di luar Jakarta.” Tutupnya.

La Nyalla: Kekalahan Dari Myanmar, Harus Dijadikan Pelajaran

La Nyalla: Kekalahan Dari Myanmar, Harus Dijadikan Pelajaran

Jakarta, TimNas.com - Ketua Badan Tim Nasional (BTN), La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan bahwa timnas Indonesia U-19 harus menjadikan pelajaran kekalahan dari Myanmar.

Timnas Indonesia U-19 menjamu Myanmar pada Rabu, 7 Mei 2014 malam di Stadion Gelora Bung Karno. Skuat Garuda Jaya kalah 1-2 dari tim tamu.

”Timnas U-19 telah menampilkan permainan yang baik. Hanya kurang beruntung. Kesempatan mencetak gol cukup banyak, hanya kurang konsentrasi. Masih cukup waktu untuk berbenah. Main bola ada menang dan kalah. Ini agar menjadi pelajaran berharga untuk kedepannya. Saat event nanti timnas memiliki semua pelajaran yang berharga yang bisa diserap dalam tim. Kita tetap yakin U-19 akan jadi tim yang istimewa.” Katanya.

Gol timnas Indonesia dicetak oleh Putu Gede pada menit ke-43. Sedangkan dua gol Myanmar dicetak oleh Maung Maung Soe menit ke-88 dan Nandya Kyaw pada menit ke-90.

Indra Sjafri: Timnas U-19 Masih Labil

Indra Sjafri: Timnas U-19 Masih Labil

Jakarta, TimNas.com - Pelatih timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri mengatakan bahwa tim asuhannya itu masih sulit menjaga tempo permainan lantaran para pemainnya masih labil.

“Usia mereka ini masih labil sehingga untuk bermain konsisten itu sulit. Ini menjadi kesulitan pelatih di luar teknis.” Katanya.

Ia pun mencontohkan Hansamu Yama yang terkena kartu merah (dua kali kartu kuning) karena terpancing emosi.

“Hansamu terpancing emosinya dan juga terpancing untuk naik ke atas,” Pungkasnya.

Ini Alasan Timnas Indonesia U-19 Bermain Seri

Ini Alasan Timnas Indonesia U-19 Bermain Seri

Jakarta, TimNas.com - Pada Senin, 5 Mei 2014 malam, timnas Indonesia U-19 berhadapan dengan Myanmar U-19 di Stadion Gelora Bung Karno.

Pada laga itu, skuat Garuda Jaya ditahan imbang 1-1 oleh Myanmar U-19.

Pelatih timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri mengatakan timnya bermain imbang karena ia mencoba taktik yang berbeda dari biasanya.

Jika biasa Evan Dimas dkk bermain bola pendek, pada saat melawan Myanmar, tim bermain dengan bola-bola panjang.

Alasan dia mengubah taktik tersebut adalah Indra ingin terus mencari strategi alternatif untuk diterapkan saat putaran final Piala Asia U-19 di Myanmar, Oktober mendatang.

“Sebelum pertandingan, saya sudah bilang bahwa fungsi uji coba adalah untuk menyiapkan alternatif taktik. Jadi tidak melulu kami bermain dengan cara yang itu-itu terus.” Ungkapnya.

“Kemarin-kemarin kami sering dikritik karena permainan kami mudah dibaca. Dan terus terang, tujuan uji coba kami kali ini tidak tercapai. Permainan tim tidak berkembang karena emosi pemain terpancing.” Tutupnya.

 

Indra Sjafri: Masyarakat Masih Belum Percaya Kemampuan Timnas U-19

Indra Sjafri: Masyarakat Masih Belum Percaya Kemampuan Timnas U-19

Jakarta, TimNas.com - Pelatih timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri mengaku masih bingung  dengan cara berpikir masyarakat Indonesia terhadap skuat Garuda Jaya. Pencapaian yang telah diraih, ternyata belum membuat masyarakat puas.

Padahal, katanya, di tahun 2013, timnas Indonesia U-19 telah meraih gelar juara Piala AFF U-19 dan meraih satu tiket ke Piala Asia U-19 pada 2014 setelah ke luar sebagai juara grup G fase kualifikasi.

“Saya bingung bagaimana cara meyakinkan bangsa Indonesia kalau timnas U-19 hebat. Masih ada masyarakat yang kritis. Meraih gelar juara Piala AFF itu karena main di Sidoarjo yang menjadi kandang.” Ungkapnya.

“Menang dari Korea Selatan di pertandingan terakhir kualifikasi Piala Asia U-19 karena hujan. Menang di Tur Nusantara, sebab lawan-lawan berasal dari dalam negeri. Menang melawan Uni Emirat Arab di dapur mereka sendiri, dibilang mereka tanpa pemain inti.” Lanjutnya.

Padahal menurut Indra Sjafri, Evan Dhimas cs merupakan tim yang patut diperhitungkan di Piala Asia U19 yang akan berlangsung di Myanmar pada 9-23 Oktober mendatang.

“Saya yakin dan optimis, kita lolos Piala Dunia.” Bebernya.