Tag Archives: timnas

Menpora-Berharap-Pengganti-Alfred-Riedl-Adalah-Pelatih-Lokal

Menpora Berharap Pengganti Alfred Riedl Adalah Pelatih Lokal

Jakarta, TimNas.com - Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki banyak pelatih yang bagus sehingga ia berharap pelatih pengganti Alfred Riedl adalah pelatih lokal.

Pelatih asal Austria itu mengakhiri masa kepelatihannya di tim nasional Indonesia senior setelah gagal meloloskan skuad Garuda dari babak grup Piala AFF 2014.

“Kita ini bangsa besar, jadi pasti banyak memiliki bibit-bibit. Kita pasti punya pelatih yang bagus asal diberi kewenangan penuh untuk mengatur sistem dan jadwal, tentu juga dengan bekal yang kuat,” katanya.

“Kesejahteraan dan standarisasi mereka juga harus diperhatikan. Saya kira tidak ada yang sulit. Banyak pelatih kita yang baik,” lanjutnya.

Jika-Ditawari-Menjadi-Pelatih-Timnas-Senior,-Indra-Sjafri-Akan-Langsung-Ambil

Jika Ditawari Menjadi Pelatih Timnas Senior, Indra Sjafri Akan Langsung Ambil

Jakarta, TimNas.com - Mantan pelatih tim nasional Indonesia U-19, Indra Sjafri mengungkapkan bahwa dirinya tidak akan pikir panjang jika pihak PSSI menawarinya menjadi pelatih tim nasional Indonesia senior.

Seperti yang diketahui, Alfred Riedl telah meninggalkan jabatannya setelah gagal membawa skuad Garuda lolos dari babak grup Piala AFF 2014.

“Kalau sudah dari tim nasional, pasti itu adalah tugas. Tidak ada tawar-menawar. Saya pasti siap mengabdi,” katanya.

Indra Sjafri menambahkan bahwa sebenarnya ia mendapatkan beberapa tawaran dari tim-tim Indonesian Super League (ISL) tapi belum dia ambil karena belum ada kecocokan.

“Belum ada yang cocok. Belum ada di antara klub-klub itu punya komitmen pada pengembangan usia dini atau akedemi,” tuturnya.

Djohar-Arifin-Kontrak-Riedl-Habis-Bukan-Dipecat

Djohar Arifin: Kontrak Riedl Habis Bukan Dipecat

Jakarta, TimNas.com - Pelatih tim nasional Indonesia senior, Alfred Riedl dikabarkan resmi dipecat dari kepala pelatih tim Garuda setelah gagal meloloskan tim Indonesia dari babak grup A Piala AFF 2014 kemarin.

Namun, Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin mengatakan bahwa pelatih asal Austria itu tidak dipecat melainkan masa kontraknya memang telah berakhir pada Desember 2014 ini.

“Alfred Riedl tidak pecat, kontraknya memang selesai pada bulan Desember ini,” katanya.

Firman Utina dkk gagal melaju ke babak selanjutnya di Piala AFF 2014 setelah hanya menang satu kali, seri satu kali dan kalah satu kali di grup A.

 

Joko-Driyono-Paling-Lambat-Januari-2015,-PSSI-Umumkan-Pelatih-Timnas-Indonesia-Senior

Joko Driyono: Paling Lambat Januari 2015, PSSI Umumkan Pelatih Timnas Indonesia Senior

Jakarta, TimNas.com - Sekjen PSSI, Joko Driyono mengatakan bahwa pihaknya akan mengumumkan siapa yang akan menjadi pelatih tim nasional Indonesia senior paling lambat pada Januari 2015.

Alfred Riedl telah resmi dipecat setelah gagal membawa skuad Garuda menembus babak grup Piala AFF 2014 setelah kalah bermain seri dengan tuan rumah Vietnam, kalah dengan Filipina dan menang dengan Laos.

“Paling lambat, pelatih [tim nasional senior] diputuskan pada akhir Januari 2015,” katanya.

Menurutnya, keputusan itu dibuat paling lambat Januari 2015 karena mengingat tim nasional Indonesia memilik beberapa agenda di 2015.

“Ada pra kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia. AFC mengkombinasikan sehingga Pra Piala Asia dan Pra Kualifikasi Piala Dunia menjadi satu. Tapi, baru akan diketahui setelah 14 Januari, yang akan menjadi deadline untuk negara Asia mendaftarkan diri,” pungkasnya.

Alfred-Riedl-Resmi-Dipecat-PSSI

Alfred Riedl Resmi Dipecat PSSI

Jakarta, TimNas.com - Sekjen PSSI, Joko Driyono mengatakan bahwa pelatih Alfred Riedl secara resmi sudah tidak lagi melatih tim nasional Indonesia senior.

Alfred Riedl menjabat sebagai pelatih tim nasional Indonesia senior pada 7 Desember 2013 lalu. Pelatih asal Austria itu dikontrak tiga tahun dengan catatan harus membawa tim sebagai juara di Piala AFF tahun ini.

Namun, karena Alfred Riedl gagal membawa tim lolos ke babak selanjutnya setelah berakhir di peringkat ketiga grup A maka PSSI memutuskan untuk memecat sang pelatih.

“Pelatih Alfred Riedl resmi tidak lagi melatih tim nasional Indonesia. Tapi kami terus menjalin hubungan dengan dia, apalagi ikut memberikan saran untuk pelatih baru nanti,” ujarnya.

Mengenai siapa pengganti Riedl, Joko mengatakan bahwa pihaknya belum dapat menyebutkannya.

“Pengganti Riedl belum dapat kami sebutkan saat ini. Kami ingin pada Januari atau Februari kami sudah mendapatkan pelatih baru,” tutupnya.

Ravi-Murdianto-Evan-Dimas-Pemain-Yang-Langka

Ravi Murdianto: Evan Dimas Pemain Yang Langka

Jakarta, TimNas.com - Mantan kiper tim nasional Indonesia U-19, Ravi Murdianto mengatakan bahwa Evan Dimas adalah pemain yang langka karena kemampuan dan visi bermainnya di atas rata-rata.

Evan Dimas berhasil mengesankan masyarakat Indonesia dalam pertandingan perdananya di kompetisi resmi kemarin, Piala AFF 2014.

Mantan kapten tim nasional Indonesia U-19 itu berhasil mencetak satu gol dan memberikan satu asist di laga melawan Laos, yang berakhir untuk kemenangan skuad Garuda 5-1.

“Secara pribadi saya melihat penampilan Evan Dimas dari tim nasional U-19 ke tim nasional selalu stabil. Bahkan, ia malah sukses menyumbang gol di Piala AFF kemarin bersama tim senior. Evan Dimas adalah pemain yang langka,” katanya.

Wolfgang-Pikal-Tertarik-Gantikan-Alfred-Riedl

Wolfgang Pikal Tertarik Gantikan Alfred Riedl

Jakarta, TimNas.com - Pelatih tim nasional Indonesia senior, Alfred Riedl dikabarkan akan mundur dari jabatannya setelah gagal di Piala AFF 2014 kemarin.

Hal tersebut dikarenkan dalam kontrak pelatih asal Austria itu tertulis, menjadi juara adalah syarat untuk melanjutkan kerja sama.

Sehingga pelatih yang pernah membawa Indonesia ke final Piala AFF 2010 itu sempat mengaku ia ingin beristirahat dahulu jika tidak lagi melatih skuad Garuda.

Namun, asisten pelatih tim nasional Indonesia senior Wolfgang Pikal malah mengaku tertarik menggantikan Alfred Riedl jika diberikan tawaran.

“Ya, peluang itu selalu terbuka, saya akan melihat situasinya terlebih dahulu. Pada dasarnya saya akan coba membuka kemungkinan,” katanya.

Bambang-Nurdiansyah-Masalahnya-Bukan-Di-Pelatih-Tapi...

Bambang Nurdiansyah: Masalahnya Bukan Di Pelatih Tapi…

Jakarta, TimNas.com - Mantan pemain tim nasional Indonesia era 1980an, Bambang Nurdiansyah mengungkapkan bahwa buruknya penampilan skuad Garuda di Piala AFF 2014 bukan karena salah pelatih. Melainkan, kebijakan induk organisasi bola tanah air, PSSI.

Para pemain tidak memiliki kondisi yang fit lantaran baru menyelesaikan kompetisi Indonesian Super League (ISL) dan juga para pemain baru lengkap sekitar 10 hari sebelum Piala AFF dimulai.

“Saya bisa mengerti mengapa tim tampil buruk. Siapa pun pelatihnya pasti kesulitan,” katanya.

Tim nasional Indonesia mengalami kekalahan 4-0 dari Filipina di laga kemarin dan pada laga pertamanya Indonesia bermain imbang 2-2 dengan tuan rumah Vietnam.

Sergio-Van-Dijk-Tidak-Dapat-Tampil-Lawan-Laos

Sergio Van Dijk Tidak Dapat Tampil Lawan Laos

Hanoi, TimNas.com - Salah satu bomber tim nasional Indonesia senior, Sergio van Dijk dipastikan tidak dapat tampil membela skuad Garuda saat berhadapan dengan Laos di laga terakhir mereka di Piala AFF 2014 pada Jumat, 28 November mendatang.

Hal tersebut dikatakan oleh pelatih tim nasional Indonesia senior, Alfred Riedl.

“Sergio mengalami cedera otot. Dia tidak bisa bergerak dari kamarnya,” kata pelatih asal Austria itu.

Selain itu, Imanuel Wanggai juga tidak dapat tampil di laga tersebut.

“Sudah dipastikan Sergio dan Imanuel tidak dapat bermain pada laga nanti,” tutupnya.

Zulkifli-Semuanya-Bertanggung-Jawab

Zulkifli: Semuanya Bertanggung Jawab

Hanoi, TimNas.com - Wakil kapten tim nasional Indonesia senior, Zulkifli Syukur mengatakan bahwa tidak adil jika kegagalan di Piala AFF 2014 dibebankan hanya ke pemain atau ke pelatih saja.

Menurutnya, semua yang terlibat harus bertanggung jawab atas kegagalan tersebut.

Indonesia mendapatkan hasil seri dan kalah dari dua pertandingan yang  dilakoni di Piala AFF 2014. Melawan Vietnam 2-2 dan Filipina 4-0.

Hasil tersebut membuat peluang skuad Garuda untuk lolos tipis. Jika ingin lolos Firman Utina dkk harus menang besar di laga terakhirnya melawan Laos dan Vietnam tidak boleh meraih angka.

“Kegagalan ini bukan hanya salah pemain atau pelatih. Memang pelatih mengatakan bahwa ini adalah salahnya, tapi ini tidak adil jika dibebankan ke pelatih sepenuhnya,” katanya.

“Semua yang ada di sini harus bertanggung jawab atas kegagalan ini,” tutupnya.